Saya dulu pernah ikutan lomba akustik. Dengan personel 7 cowok yang berperan mengiringi dan 2 cewek sebagai vocalis, salah satunya adalah saya. Dan lagu pilihan saya waktu itu judulnya 'Lihat sekitar kita' Liriknya saya sangat suka, rasanya yang nyanyi dulu Trie Utami. Saya ambil refrennya begini :
Reff :
Bayangkanlah kita semua, berjalan bersama.
Menuju hidup damai sejahtera.
Sempatkanlah untuk melihat, di sekitar kita.
Ada kesenjangan antara manusia, lihat sekitar kita.
Saya merasa lagu ini benar-benar mengangkat kehidupan sosial dalam masyarakat. Sayang banget ya, sekarang gak ada lagu-lagu Indonesia yang bertemakan seperti itu lagi.
Kenapa sih tiba-tiba saya memberi judul postingan saya lihat sekitar kita? Jaman sekarang ini memang jarang banget orang mau lihat sekitarnya, jarang banget orang mau peduli sama sekitarnya. Saya tidak menyalahkan situasi ini, saya tidak menyalahkan mereka yang tidak mau melihat sekitar, tetapi yang perlu disalahkan adalah kondisi perekonomian saat ini yang makin terpuruk.
Contoh saja, saudara saya yang dua tahun lalu kecelakaan hingga koma selama 2 minggu. Waktu kecelakaan dia bersama dengan seorang temannya, yang kondisinya tidak terlalu parah. Si temannya ini mencoba menghadang taxi, mobil, sepeda motor pokoknya semua kendaraan yang beralalu lalang jalan raya tempat mereka kecelakaan akibat tas nya ditarik oleh pencopet. Namun tak satupun kendaraan yang bersedia berhenti atau membantu. Untunglah ada salah satu teman SMPnya yang mau berhenti dan menolong mereka.
Lain lagi dengan cerita sopir taxi, dia bercerita saat itu ia mendapat telepon untuk segera datang ke rumah A. Ternyata sampai di sana hanya ada seorang anak kecil, ibunya terkena stroke. Karena ia tidak kuat membopong ibunya, ia berinisiatif memanggil taxi. Sopir taxi ini membopong dengan kewalahan, padahal tetangga kanan kirinya penuh dan sedang duduk2 di depan warung. Sampai2 si sopir taxi ini berteriak "Mas tolong dong bantu angkat ibu ini kena stroke." Yang diteriakin ini bukannya segera membantu, tetapi malah saling menunjuk.
Lalu bergulirlah cerita di Mataram seorang ibu hamil dan anaknya mati kelaparan. Besoknya lagi ada berita seorang anak sekolah bunuh diri karena tak tahan lapar, ia makan hanya satu kali dalam sehari.
Miris banget.
Mengapa semua menjadi tak peduli?
Untuk yang kejadian kecelakaan, mereka tak peduli, karena mereka takut. Takut dijadikan saksi di kepolisian. Takut dijadikan tersangka. Macam-macam. Berbagai orang kuceritakan hal itu katanya, yach jaman sekarang saksi bisa jadi tersangka, orang gak bersalah bisa jadi bersalah...ya kita takut dong. Ironis memang.
Untuk kejadian kelaparan. Kata mereka-mereka. Kita ingin peduli. Tapi kita sendiri juga bingung dengan urusan perut. Benar juga.
Semua menjadi tak peduli, karena mereka semua juga bingung dengan diri mereka sendiri. Orang miskin biasanya tinggal di lingkungan miskin juga. Orang kaya biasanya tinggal di kawasan elite, dimana mereka tak pernah melihat kumpulan orang miskin yang benar-benar membutuhkan makan. Kesimpulannya orang miskin yang tak bisa makan disuruh peduli dengan orang miskin yang lebih tak bisa makan. Sedangkan orang kaya yang gajinya berjuta-juta, yang sudah dapat falitas ini dan itu dengan girangnya beli mobil mewah, beli berlian tanpa bingung dengan uang. Itulah kesenjangan. Dan itulah fakta yang terjadi saat ini di Indonesia.
Harga kian mencekik. Untuk makan saja, kita wajib menyediakan uang belanja minim 20 ribu. Belum minyak gorengnya, belum gasnya, belum bayar listrik, dll. Uang satu juta bagi kita yang kerja kantoran itu seperti tak berarti. Uang satu juta buat bayar listrik, telepon, air, beli susu anak, belanja bulanan..dapat dipastikan langsung ludes. Bagaimana dengan mereka yang gajinya hanya 600 ribu sebulan dan menanggung 1 orang istri yang tak bekerja dan 2 orang anak.
Anda semua yang berkunjung di sini yang tak mempunyai desa, pastilah tak tahu kehidupan orang2 miskin. Desa saya Ponorogo. Di desa saya sana banyak orang2 miskin, gubug2 reog. Kalau anda pernah lihat bedah rumah, hemm rumah2 orang yang di televisi itu sih masih bagus. Kalau di desa saya, banyak kok rumah2 reot jelek yang hanya satu petak. Saya masih ingat membeli nasih pecel di desa 500 rupiah sudah dapat nasi berikut sayur bumbu pecel dan tempe yang gurih. Terakhir saya kesana, mungkin karena saya orang kota saya diberi harga 1.500. Eh nenek saya marah-marah tahu saya beli nasi pecel 1.500 katanya mahal. Di surabaya mana ada nasih pecel 1.500? Paling murah ya 5 ribu.
Makanya mereka yang di desa berlomba-lomba mencari rejeki di negeri orang. Hasil pertanian mereka tak bisa menjamin kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Apakah setiap bulannya, setiap tahunnya semua sembako dan semua berkaitan dengan bbm akan naik? Kalau ya...aduh benar2 akan mencekik leher masyarakat. Ini seperti membunuh rakyat secara pelan2.
Thursday, March 06, 2008
Lihat sekitar kita
Wednesday, February 27, 2008
Kesehatan itu mahal harganya
Saya pernah mengalami sakit kepala berat tiga tahun lalu. Sakit kepala itu hingga membuat kepala saya nyeri dan panas di bagian belakang kepala. Karena mendapatkan fasilitas kartu asuransi askes dari tempat saya bekerja, saya mencoba datang ke dokter keluarga dari askes. Saya diberi obat untuk konsumsi selama 1 minggu, jika tidak membaik, maka saya wajib kontrol lagi. Akhirnya saya kontrol lagi, karena obat tersebut tak berpengaruh apapun pada kepala saya. Dokter mengira ada kemungkinan tumor entah apa. Sayapun diberi surat rujukan ke Rumah sakit swasta di Surabaya.
Saya datang ke rumah sakit itu, tentu saja masih dengan bekal asuransi dan surat rujukan. Di specialist saraf tengkuk saya dipijat, saya diperiksa teliti oleh dokter dan pada keputusan akhir dokter memutuskan untuk CT Scan. Suster pun menelepon pihak askes, apakah budget asuransi saya memenuhi untuk bisa CT Scan. Saya terkejut ketika disebutkan nilai nominal CT Scan yang harganya saat itu 800 ribu rupiah, hampir satu juta. Untunglah budget askes saya juga mencakup CT Scan. Kalau tidak, tidak bisa saya bayangkan, pastilah saya akan habis biaya lebih dari satu juta untuk bayar dokter, obat dan CT Scan. Gaji saya ludes hanya untuk berobat pastinya. Ternyata dari hasil CT Scan ada benjolan kecil di sinus maxiliris sebelah kiri. Katanya sih tidak berbahaya. Saya hanya menganggap itu seperti alergi setiap harinya buat saya. Sejak usia SMP saya selalu dihadapkan pada pilek setiap pagi. Karena merasa baik setelah mendapat obat dari dokter, saya tak pergi ke THT walau sudah dirujuk oleh dokter keluarga.
Akhir-akhir ini, sejak libur natal tahun baru hingga saat ini, suara saya serak, parau. Setiap kali berbicara keras sedikit saya mesti mengeluarkan tenaga ekstra. Awalnya saya tak curiga apapun. Namun 2 minggu yang lalu kepala saya pusing berat lagi. Sebenarnya saya paling benci ke dokter. Bukannya karena apa, karena saya sangat benci harus menelan obat. Saya mau rutin menelat obat, hanya saat hamil saja. Itupun karena saya melakukan demi janin yang ada di perut saya, yang saat ini sudah menjadi mahluk menggemaskan.
Karena dorongan suami tercinta, saya pergi ke dokter, saat ini saya tidak memakai fasilitas askes kantor, karena tidak mungkin saya pergi ke dokter di surabaya yang jauhnya dari ujung ke ujung jika berangkat dari rumah saya. Suami menawarkan asuransi untuk istri yang ia terima dari perusahaan tempat dia bekerja. Enaknya asuransi ini, kita bisa langsung ke dokter specialist tanpa rujukan. Saya melenggang ke THT ditemani suami saya. Saya menceritakan sejarah penyakit saya, saya juga menceritakan kalau hasil ct scan saya hilang. Saya diperiksa. Tenggorokan diperiksa, hidung diperiksa, lalu lidah saya terjulur dan ditekan sambil diminta berteriak aaaaa,eeee. Saya diminta foto dulu. Hasilnya sinus kanan dan kiri bengkak, ternyata pita suara saya juga bengkak. Saya dilarang mengkonsumsi makanan pedas, minuman dingin. Yang bikin saya jengkel, saya dilarang melatih paduan suara, saya dilarang bernyanyi, saya dilarang sering2 mengeluarkan suara. Padahal saat itu saya sudah ditawarin untuk melatih lagi di salah satu univ untuk pengukuhan guru besar, saya sudah diminta lingkungan untuk bantu paduan suara buat tugas bulan mei, bahkan wilayah sudah memasukkan list nama saya sebagai pendukung alto untuk misa jumat agung. Maafkan aku Tuhan, tak bisa bernyanyi bagiMu. Yang bikin saya lebih jengkel dan menggerutu, obat yang harus saya minum banyak. Saya juga wajib ikut fisioterapi tiap hari selama 20 menit. Sinus kanan kiri saya dipanasi. Dan tahu gak? Jika saya total dari pengobatan awal minggu lalu senin 18 feb, terapi, obat, hingga kontrol 23 feb total biaya yang keluar adalah 800 ribu. Waaah..kalau buat beli susunya edgar bisa dapat banyak tuh. Thanks bagi Tuhan, karena ternyata semua itu telah dibayar oleh asuransi kesehatan pihak kantor suami saya.
Sekarang? Jangan tanya saya, penyakit ini tetap masih saya rasakan menyiksa. Tenggorokan kalau buat menelan rasanya sakit, tetapi saya menghentikan konsumsi obat. Karena 2 hari yang lalu saya sering mengalami kejang perut, kaku perut hingga menembus punggung dan pinggang. Suami saya juga bikin saya takut, katanya mungkin saya ginjal, halah...saya jadi stop obat, minum air putih banyak. Jadi berprasangka yang gak-gak.
Duh..saya tidak mau sakit lagi. Saya mau selalu sehat. Saya ingin selalu menjaga Edgar hingga ia dewasa.
Kesehatan mahal harganya. Saya jadi berpikir, seandainya saya tak memiliki asuransi mungkin sayapun tak mau nekad berobat, karena bagi saya yang terpenting ada susu anak saya bisa terpenuhi. Kadang saya jadi berpikir, bagaimana nasib mereka yang lebih tak beruntung dari saya. Mereka yang benar-benar tak punya uang, tak punya asuransi tetapi mereka sakit keras. Mereka pasti sangat bingung.
Semoga ini adalah sakit yang terakhir. Jangan sampai saya sakit-sakit lagi. Capek deh minum obat, capek ke dokter, capek ngantri.
Saturday, December 22, 2007
Januari 2008
Pemilihan Asian Idol memang sudah selesai. Tetapi kok rasa kecewa saya masih ada. Padahal walaupun Indonesia menang, saya gak dapat apa-apa kan? ha..ha..
Asian Idol yang terdiri dari Mike Mohede-Indonesia, Mou Marcello-Philipina, Jacklyn-Malaysia, Hady Mirza-Singapore, India dan Vietnam memang sudah tampil maksimal. Dari awal ketika perkenalan para pengikut Asian Idol, saya sudah bisa mengatakan bahwa Mike Mohede cukup berbobot. Mike Mohede tidaklah kalah dengan jawara-jawara Idol dari negara lain di Asian.
Saat penampilan 15 Desember lalu, saya cenderung mengatakan bahwa saingan terberat Mike Mohede adalah Jacklyn dari Malaysia dan Mau Marcello dari Philipina yang menurut saya kemampuan teknik vocalnya cukup bagus, kemampuan menguasai head voice atau suara kepala sangat lihai, terutama Mike..kemampuan ber-improvisasi pada lagu-lagu sangat jenius. Herannya lagu apapun dibawakan Mike menjadi lain dan enak didengar. Ternyata apa yang saya rasa juga dirasa para juri. Mereka cenderung memilih tiga kontestan yang dalam kategori berbobot.
Ketika Ata-host mengumumkan dengan tidak bersemangat, dia mengumumkan dengan nada yang sangat biasa bahwa pemenangnya Hady Mirza, saya kira itu belum pengumuman. Ternyata itu sudah pengumuman yang sebenarnya. Tahulah saya, mengapa ke-tiga Host tidak bersemangat. Sayapun kecewa. Hady Mirza yang olah vocalnya pas-pas san...bisa-bisanya terpilih menjadi Asian Idol. Tapi ya sudahlah...itulah sistem penjurian dengan sms. Kalau dipikir-pikir berapa juta jumlah masyarakat Indonesia? Untuk sms ke Mike, pasti negara yang lain kalah dalam jumlah. Tetapi bukankah negara Singapore memang lebih makmur daripada masyarakat Indonesia? Untuk membeli pulsapun saya yakin negara Singapore lebih mampu. Memang jumlah masyarakat mereka sedikit, tapi ya..kantong mereka cukup untuk membeli pulsa dengan mendukung Hady Mirza. Wah...di ajang World Idol, berarti Hady Mirza yang akan mewakili.
Terlepas dari Idol...tidak terasa Natal dan Tahun Baru akan tiba. Semua memang terus berjalan. Dan sayapun kembali mengalami masa liburan panjang. Mulai tanggal 24 Desember sampai 3 Januari 2008 saya akan jeda dari dunia maya.
Dengan penuh keceriaan ijinkan saya mengucapkan
Selamat Natal 2007 buat anda yang merayakannya dan Selamat Tahun Baru 2008
Semoga di tahun 2008 ini, apa yang belum kita dapatkan di tahun 2007 dapat kita raih di tahun 2008..dan tentunya berdoa selalu sukses akan menyertai anda semua. Amin.
Bersiap-siap meninggalkan coretan lama, mencoba membuka lembaran baru dengan kertas putih...dan catatan-catatan rapi. Tetapi bisakah? Bukankah hidup ini jika diandaikan lembaran, ia tidak bisa kembali menjadi kertas putih? ^_^
Happy long holiday ya!
Thursday, December 13, 2007
Buku Cerita Anak Blogfam
Awalnya ingin mencoba bagaimana membuat cerita anak. Kemudian iseng mengikut lomba membuat cerita anak di blogfam. Walau gak menang, saya cukup gembira kalau 3 cerita anak saya di blogfam sempat masuk dalam babak final.
Berawal dari lomba, Iwok dan Blogfam mencoba menawarkan kumpulan cerita anak hasil lomba pada penerbit.
Dan inilah hasilnya... Terbit dua buku, Buku Cerita anak realita (yang isinya cerita-cerita realita) dan Buku Cerita anak fantasi (yang isinya hanya hayalan atau cerita rekaan saja). Saya sendiri juga sudah lupa berapa banyak cerpen saya yang ngikut di situ, karena pengabaran akan proyek buku ini cukup lama.
Sayang sekali, buku ini tidak dijual di toko-toko buku. Buku ini hanya dijual di lembaga pendidikan saja atau lebih tepatnya dijual di sekolah-sekolah. Saya senang, dapat ikut ambil bagian dalam pendidikan seperti ini.
Thanks untuk Blogfam dan tentunya Iwok.
Ini buku keroyokan saya yang ketiga. Berharap semoga kelak saya bisa punya single book...yang hanya nama saya sendiri nongol di buku he..he.. Optimis ya!
Friday, November 23, 2007
Toilet Training
Saya ingin berbagi dengan teman-teman, yang mungkin baru punya anak atau yang mungkin sudah punya anak tapi anaknya masih mengompol. Ya anggap saja ini tips parenting ala RIRIN he..he..
Sebenarnya sangat mudah untuk mengajarkan toilet training pada anak, hanya saja dasarnya dari kita yaitu orangtuanya. Semua tergantung dari kita malas atau tidaknya, telaten atau tidaknya. Sejak anak saya bayi merah, saya tak pernah sedikitpun membiasakan memakai pampers tengah malam (jam tidur malam).Walaupun saya lelah bekerja, tengah malam anak saya nangis ngompol, saya tetap dengan senang hati menggantikan popoknya. Saya menghafalkan tanda-tanda dia ingin pipis atau tanda-tanda dia akan pup. Waktu masih bayi, ketika mulutnya manyun, alis matanya berkerut..baik saya atau suami sudah tahu bahwa ia ingin pup. Kita lekas saja membuka popok, cari koran dalam bahasa jawanya ditatur. Jadi si bayi ini kita gendong dengan posisi kepala kita tahan tangan kiri tempelin paha kiri, pantatnya kita pas kan di koran. Dan ini akan terbiasa bagi bayi. Setiap dia ingin pipis dan ingin pup dia pasti bilang, walau dengan nada tangisan. Edgar juga begitu. Walau tengah malam, matanya mengantuk saat ia ingin pipis, dia menangis dan bilang 'pis..pis..mimik' ya pastinya ingin pipis tapi juga lagi haus. Nah kalau malas bawa anak ke toilet, sediakan aja ember kecil untuk tempat pipisnya he..he..
Jadi tipsnya :
1. Jangan gunakan pampers setiap hari, setiap malam. Gunakan pampers hanya saat pergi saja.
2. Tengah malam hafalkan kebiasaan atau keluhan bayi saat dia ingin pis atau pup.
3. Ketika dia sudah bisa duduk sendiri dan merangkak, sudah saatnya untuk membelikan toilet training
4. Ajarkan dia bahasa sederhana untuk bisa mengatakan keinginannya saat pipis dan pup
(Edgar sudah bisa mengatakan pis dan eek jika ia ingin ke belakang)
5. Ajarkan dia bahasa tubuh yang mengungkapkan ingin pipis atau pup (saat dia belum bisa bicara)
(Edgar dulu kalau ingin pipis selalu memegang tititnya sambil menangis)
6. Semua adalah kesabaran, telaten dari kita sendiri sebagai orangtuanya.
Ternyata toilet training sangat penting bagi anak-anak. Seperti tetangga saya, yang anaknya berbeda 1 bulan dari anak saya. Hingga saat ini tiap hari orangtuanya memakainya pampers. Karena si anak ini kalau pup ya sudah di celana aja, mau pipis juga gak bilang. Terus anak sodara saya yang sekarang kelas 3 SD...duh amit-amit, sampai sebesar itu masih ngompol juga tiap tidur malam. Kalau anak sodara saya ini dasarnya mungkin dia malas bangun. Dan mamanya terbiasa memakaikan pampers sampai dia TK.
Jadi kalau kita bisa mengajarkan toilet training pada anak kita sedini mungkin, kenapa gak sih?
Ok deh, happy weekend. Lain waktu saya akan sharing tentang parenting lagi ya....gaya deh. Padahal saya juga baru punya anak satu, sok pengalaman deh he..he..