Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Tuesday, May 05, 2009

Resep Terbaru

Wuiiih....lama banget ya saya tidak update. Selalu lama dan lama.
Saya melewatkan ucapan Selamat paskah, saya juga melewatkan pemberian selamat contreng pada teman-teman, sampai-sampai hasilnya sudah terdeteksi dengan jelas siapa yang bakalan maju jadi president.

Saya di sini dalam rangka mau bagi-bagi resep. Siapa tahu teman-teman membutuhkannya dan tentunya bermanfaat bagi keluarga.

Bulan lalu Edgar, si pangeran tampan saya sakit batuk gak sembuh-sembuh. Resep dokter yang lama udah saya coba, saya juga sudah meracik resep-resep istimewa yang dari kecil saya berikan tanpa perlu ke dokter yaitu bunga belimbing wuluh-adas-pulosari-gulabatu..tapi ya tak menyembuhkan batuknya dengan cepat.

Dan inilah resep yang saya dapat dari searching di internet sebulan lalu :

Untuk batuk terutama berdahak
1 buah jeruk nipis diperas.
3 sendok makan madu untuk anak.
5 sendok makan air matang.
Taruhlah dalam wadah tahan panas.
Kukus selama 30 menit.

Nah kalau sudah 30 menit, angkat dan berikan pada si kecil.

Aturannya :
Untuk si kecil yang usianya 2-6 tahun berikan satu sendok kecil saja sehari dua kali.
Kalau lebih dari 6 tahun boleh diberikan sehari tiga kali.

Wah hasilnya....pangeran saya sembuh dari batuk. Dahaknya hilang.
Padahal hanya 2 hari saya berikan obat racikan tersebut. Tentu saja, masih sisa banyak...berhubung mamanya juga tertular, mamanya yang meminum obat racikan tersebut.

Mau mencobanya? Dijamin gak berbahaya kok buat anak-anak. Rasanya gak begitu asam sekali, karena kan dikukus...kalau sebelum dikukus emang asam sekali.

Kalau untuk Obat Maag ini saya dapat resepnya dari tetangga depan rumah saya, dipanggil Mbah Mul sama si kecil. Tapi belum saya coba, karena dicobanya katanya saat maag nya kambuh.

Saat maag kambuh raciklah obat ini :
- 3 Empunya kunir (Empu itu sama dengan apa ya? kalau gak salah pangkal yang besar itu lho)
==> di haluskan dan diperas, tanpa diberi air
- 3 sendok makan Madu
- 1 atau 2 kuning telor ayam kampung

semua bahan dicampur, diaduk dan diminum...kata beliaunya sih mujarab banget nyembuhin maag kronis sekalipun. Soalnya beliau bilang hingga saat ini gak pernah kambuh2 lagi maagnya.

Saya terakhir kan kena gastritiz udah berobat ke dokter tuntas, jadi belum sempat nyobain nih racikan....ntar deh nunggu kambuh he..he..jangan ah...sakit kan gak enak ^_^

Ok deh...Happy parenting teman2
Salutt buat mama-mama yang mau berjuang bikin racikan sendiri, karena sering-sering pakai obat dokter gak bagus juga, apalagi kalau anak saya sakit pasti ujung-ujungnya selalu ada antibiotik. Dan lama banget sejak saya sering pakai racikan traditional, si kecil hampir setahun ini gak ke dokter. Thx God.

Selamat ber-aktivitas....

Thursday, September 04, 2008

Obat Tradisional

Jumpa lagi!

Sebelum saya menulis banyak di blog tercinta ini, perkenankan saya mengucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa" bagi teman-teman yang menjalankannya. Saya juga Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga ibadah puasa teman-teman lancar dan tentunya tidak ada halangan apapun hingga menjelang Lebaran nantinya.

Dan, kali ini saya ingin membahas tentang obat-obat tradisional, seperti janji saya.
Seringkali jika anak sakit, kita semua jadi tidak bisa berpikir jernih. Kita inginnya cepat-cepat membawa anak ke Dokter, tentunya dengan satu alasan penting..kita tak tega melihat si kecil terutama yang masih bayi tersiksa dengan pilek, sakit perut, diare atau mungkin demam tinggi.
Tidak kita sadari, sebenarnya dengan sering ke dokter, artinya kita membuat anak kita jadi ketagihan. Gak percaya? Coba bulan ini si kecil sakit batuk pilek, pastinya di dokter diberi antibiotik dan ketemu lagi dengan obat puyer batu pilek. Jeda sebulan, si kecil sakit lagi karena tertular temannya, biasanya dosis yang ada di dokter ini dinaikkan baik itu pada antibiotiknya maupun pada obat sakitnya. Bukannya saya tidak percaya sama dokter, saya kalau mentok toh larinya juga ke dokter, tetapi alangkah bagusnya jika kita tidak selalu bergantung pada obat-obatan berbau kimia. Karena saya punya ponakan yang dari bayi lahir sudah biasa diberi antibiotik, dan akhirnya dia langganan ke dokter hampir tiap bulan, sampai2 ponakan saya 3 tahun ini gak takut lagi dengan suntikan ataupun obat pahit.

1. Tentang bawang merah.
Tahu bawang merah kan? Pasti tahu. Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu masakan. Kalau kita mengupasnya, mata kita seringkali pedas. Tapi bawang merah ini mujarab buat obat tradisional untuk anak kecil. Untuk apa saja sih?
- Jika si kecil pilek, hidungnya merasa tersumbat.
Ambil bawang merah, lalu parut campurkan dengan minyak telon. Olekskan di ubun-ubun si kecil. Itu akan membuat si kecil merasa plong.
- Jika si kecil sakit perut, masuk angin / badannya demam
Ambil bawang merah, parut lalu campur dengan minyak telon dalam wadah piring kecil, oleskan pada perut si kecil (terutama pusarnya) juga di bagian punggung hingga pinggang. Sambil jari tangan bergerak seperti ngerokin orang dewasa. Pada si kecil yang benar2 masuk angin, maka akan keluar merah2 seperti orang dewasa kalau masuk angin.

2. Tentang cengkeh.
Kalau buat bayi yang hidungnya tersumbat, jangan diberi bawang merah. Para Ibu bisa ambil cengkeh. Kunyah (yang mengunyah harus si ibu), setelah dikunyah, cengkeh yang sudah hancur itu taruhlah di ubun-ubun si bayi. Cengkeh bisa melegakan hidung tersumbat pada bayi.

3. Tentang Labuh Putih.
Labuh putih memang enak untuk dimasak bersama campuran sayur bayam. Tapi labuh putih ini punya khasiat besar untuk menyembuhkan sakit perut, tipes dan demam baik untuk orang dewasa dan anak2.
Saya dulu pernah sakit tipes, disuruh opname tapi karena masih ujian kuliah saya gak mau opname. Akhirnya ibu saya selalu memaksa saya minum ramuan labuh putih ini. Saya juga punya pengalaman buruk, hp saya dan dompet saya pernah hilang. Padahal ada uang juga atm saya dan suami. Ketahuan hilang ketika saya sudah di rumah jam 7 malam. Tengah malam jam 12 hingga jam 3, anak saya demam tinggi, muntah, nangis...karena kita atm gak ada, uang gak ada..saya hanya mengandalkan doa dan ramuan labuh putih.
Caranya :
Potong labuh putih sesuai yang anda butuhkan. Kupas, cuci bersih. Taruhlan labuh putih dalam wadah tahan panas, lalu beri gula batu (tidak perlu diberi air). Kukuslah labuh putih dan gula batu dengan alat pengukus. Saat gula batu sudah mencair, angkatlah. Peraslah dalam cangkir atau masukkan air labuh putih tersebut ke dalam dot (untuk yang masih bayi). Edgar minum ini 3 kali dalam sehari, demamnya hilang, sakit perutnya hilang bahkan sudah tidak muntah lagi.
Labuh putih bisa diminum kita yang dewasa ataupun anak-anak. Sayang si Edgar sekarang sudah gak mau minum lagi nih labuh putih, jadi kalau demam saya beri resep lain (nanti di bawah akan ada), memang rasanya sedikit langu untungnya terbantu dengan gula batu yang manis. Tapi kalau masih bayi dulu kan enjoy saja, soalnya belum merasakan makanan yang lain ^_^

4. Tentang jambu merah.
Pasti semua sudah pada tahu jambu merah. Manfaatnya sangan besar untuk menyembuhkan db (demam berdarah). Namun yang perlu diketahui, jambu merah ini vitamin C nya adalah dosis tinggi dibandingkan jeruk.
Saya punya sinus, setiap pagi pasti pilek, setiap udara dingin pasti pilek dan bersin-bersin. Lalu hampir 3 bulan ini, entah itu tiap 2-3 hari sekali saya selalu membuat juice jambu merah. Percaya gak hasilnya? Saya tidak perlu meminum obat pilek atau obat alergi lagi setiap saat. Saya tidak perlu lagi membeli vitamin C macam redoxon atau vitamin C yang mahal harganya. Pernah ada teman2 di sekita flu berat semua, tenggorokan saya sudah mulai gak enak, langsung saja saya beli juice jambu merah. Dan saya masih bisa bertahan dengan aktivitas saya. Edgarpun untuk daya tahan tubuhnya saya berikan juice ini atau juice jeruk.

5. Tentang daun jambu klutuk atau jambu klutuk (yang masih muda)
Daun jambu klutuk ini bisa bermanfaat untuk menyembuhkan diare pada si kecil. Ketika saya dulu masih menyusui, si kecil pernah diare. Saya diambilkan ortu saya daun jambu klutu. Saya makan dan saya telan. Lalu saya menyusui si keci. Wah bener tuh, si kecil diarenya langsung mampet. Waktu si kecil usia 7 bulan, diare hebat, saya lupa pake resep itu...tapi ya sudahlah, udah terlanjut opname di rumah sakit. Jangan pernah terulang lagi deh...kasihan.

6. Tentang adas, pulosari, kayu manis dan bunga belimbing wuluh.
Nah racikan ini bisa menyembuhkan batuk membandel pada si kecil. Edgar pernah batuk gak sembuh2, saya kasihan dia dicekokin obat terus dari dokter. Akhirnya saya diberi racikan ini sama mertua. Adas (bentuknya seperti jinten), pulosari (bentuknya seperti isi jeruk buah), kayu manis, bunganya belimbing wuluh dan gula batu ditaruh wadah tahan panas, diberi air 3-4 sendok makan, lalu dikukus selama 10 menit. Berikan pada si kecil 2-3 kali sehari. Kalau masih ada bisa ditaruh di kulkas (ditutup rapat), kalau mau diberikan dihangatkan sebentar di magic gar.

7. Tentang kunir dan madu.
Berhubung edgar sudah gak doyan sama yang namanya labuh putih, kemarin demam, saya beri kunir dan madu. Kunir dikupas bersih dicuci dengan air hangat, lalu parut dan peras, tuangkan madu secukupnya. Berikan pada si kecil. Alangkah bagusnya lagi, kalau kunirnya dimasak dulu (dikukus) baru diparut dan diberi madu. Berikan saja sampe demam si kecil turun.
Kalau si kecil panas dalam, bibirnya pecah-pecah (oleskan madu pada bibirnya, tapi nunggu saat dia sudah bobok)

Apalagi ya yang belum saya sebutin? Mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan. Nanti kalau ingat ada yang belum saya tuliskan, akan saya sampaikan di postingan selanjutnya.

Have a nice day ya..

Tuesday, August 12, 2008

Home Schooling

Menurut Informasi yang saya dapat dari buku ataupun internet, pertumbuhan otak bayi/anak dimulai sejak usia 0 bulan-3 tahun. Dikatakan bahwa periode tahun tersebut adalah periode paling berharga untuk perkembangan otaknya. Tinggal bagaimana kita sebagai orangtua membentuknya, tinggal bagaimana lingkungan mempengaruhinya. Anda tidak percaya? Saya punya beberapa bukti dan anda pasti akan menyadarinya ketika anda dengan sungguh2 mengamati pertumbuhan anak kecil di sekitar anda.

Ibu Mertua saya mempunyai tetangga yang anaknya berusia kurang dari 3 tahun. Tetapi yang saya herankan anak tersebut sudah bisa mengeluarkan kata2 umpatan kotor khas Surabaya. Tetangga adik ipar saya, anaknya berusia juga di bawah 3 tahun, tetapi bicaranya hanya bisa bahasa jawa ngoko, tidak bisa bahasa Indonesia ataupun Krama Halus. Dan uniknya dia suka sekali melihat tayangan wayang kulit, ludruk dan wayang orang.
Itulah mengapa saya bilang lingkungan sekitar juga berpengaruh pada masa pertumbuhan otak anak. Anak berusia 0-3 tahun mampu mengingat beribu kata, beribu memori dan perilaku yang diterimanya.

Tengah malam suami saya mengajarkan 2 kata pada Edgar, yaitu kata 'I Love you' dan kata 'Thank you' keesokan harinya ketika bangun pagi, Edgar langsung mengucapkan 2 kata yang diajarkan oleh papanya kemarin malam.

Edgar belum sekolah, karena ortunya belum punya cukup tabungan untuk bisa menyekolahkannya ke playgroup atau ke tempat penitipan anak. Bukannya saya sebagai orangtua tidak mengutamakan kepentingannya, tetapi saya merasa bahwa usia 2 tahun seperti Edgar bisa kita ajarin sendiri di rumah. Bagi saya pribadi, keberadaan playgroup atau sekolah anak usia dini tujuannya adalah melatih anak untuk bersosialisasi. Yang saya tahu, anak usia 2 tahun tidak menyukai belajar secara serius, mereka masih suka dengan hal-hal baru dan cepat bosan, mereka lebih menyukai permainan. Jadi metode yang efektif untuk usia mereka adalah belajar sambil bermain.

Saya memang bukan berstatus sebagai Guru Sekolah Formal, saya juga tidak mendalami apa itu Homeshooling. Tetapi saya punya pengalaman mengajar sempoa dan les privat pelajaran untuk anak TK hingga SMP. Saya sempat punya hampir 30 murid di lembaga les privat yang saya dirikan pada tahun 2001 (sayang sekali adik2 saya tidak mau meneruskan kursus sempoa ini, ketika kesibukan saya makin bertambah). Saya juga pernah mengajar paduan suara pada anak usia TK hingga kelas 6 SD, bahkan dengan pede tingkat tinggi saya yang tak punya pengalaman mengajar sekolah minggu, meng-iyakan mau mengajar hingga selama 3 tahun.
Melihat tetangga saya yang hendak memanggil guru les privat untuk anaknya yang usianya beda 1 bulan dengan Edgar (Edgar 2 tahun 2 bulan = 26 bulan), saya berpikir "apa iya sih anak segini efektif dileskan privat?" Saya berpikir, berbekal dari pengalaman masakan saya tidak bisa memberi bekal sendiri yang terbaik buat Edgar?

Pengenalan belajar sambil bermain yang saya ajarkan ke Edgar sudah saya mulai sejak usia 10 bulan yaitu mulai dari VCD. Flash card saya mulai usia 18 bulan. Pengenalan warna sudah saya berikan sebelum usia 2 tahun. Pengenalan cara memegang crayon untuk mewarnai baru saya berikan akhir2 ini ketika menginjak 2 tahun. Untuk gunting tempel saat ini Edgar suka sekali sejak sebulan lalu. Bukannya saya memaksakan agar anaknya menjadi pintar, bagi saya yang terpenting anak saya tidak tertekan ketika belajar...yang terpenting dia enjoy, dia suka.

Banyak orang bertanya "Bu, anaknya ikut PAUD ya?" (Pendidikan Anak Usia Dini yang kini di galakkan di tiap RW di Surabaya, sedangkan di Sidoarjo belum ada...bayarnya juga murah sekali datang sekitar 1500 rupiah sampe 2 ribu rupiah). Jawab saya 'tidak'
"Mungkin di playgroup ya belajarnya?"
"Belum sekolah kok." jawab saya.
Mereka heran karena Edgar kalau bermain memasukkan bola saat main di balai RW dekat rumah ortu, dia menghitung one sampe ten, kadang dia pakai versi bahasa indonesia satu sampai sepuluh.

Thanks God. Setidaknya saya tidak berkecil hati, karena anak saya tidak saya sekolahkan... (maafkan mama ya sayang...sekolah playgroup itu ternyata mahal ya, dan mama belum mempersiapkan tabungan itu buatmu...^_^)
Saya benar-benar wajib bersyukur ternyata Edgar bisa saya ajak belajar dan bermain walau tidak di sekolah formal. Bahkan dia benar-benar enjoy dengan semua bahan yang saya berikan, walau saya amati Edgar cenderung ke bagian kiri...tepatnya Edgar kidal dan kidalnya itu sudah sejak kecil. Saya sempat juga perkara kidal ini ditegur oleh ibu saya 'apa kamu gak ngajarin kalau megang pake tangan manis?'
Wah sedangkan prinsip saya, semua tangan adalah bagus...tidak ada tangan manis tidak ada tangan buruk. Yang ada adalah pengenalan tangan kanan dan tangan kiri.

Ok...teman2, saya ingin berbagi ilmu yang saya berikan di rumah untuk si kecil. Tapi semua jauh dari kekurangan, karena saya tidak belajar khusus homeschooling. Saya akan berikan download ini Free kok. Nantinya saya akan juga ketikkan lagu2 (gerak dan lagu) untuk pembelajaran si kecil, harusnya sih ada rekaman suaranya supaya tahu lagunya atau setidaknya ada Not angka ya...tapi nantilah saya pikirkan.

Pesan saya, jangan berkecil hati ketika kita tak mampu menyekolahkan si kecil ke playgroup. Uangnya bisa ditabung untuk masuk TK. Duhhh di Sidoarjo sendiri untuk sekolah swasta masuk TK wajib menyediakan uang setidaknya 6 Juta. Kita pasti bisa kok memberikan pembelajaran sendiri demi kebaikan si kecil.
Oh iya..sementara ini dulu ya bahan sederhana untuk bahan ajar si kecil terutama untuk PreSchool.

Happy Parenting!

Untuk obat2 tradisional untuk si kecil, gerak lagu, dll...nanti menyusul. Doakan saya ada waktu buat menyusunnya.

Ini ya file sharingnya.

Worsheet PreSchoold

Friday, November 23, 2007

Toilet Training

Ini foto Edgar waktu usia 10 bulan

Jika saya ditanya, apakah saya mempunyai buku tentang Toilet Training (memberikan pelajaran toilet training pada anak), pasti jawaban saya tidak. Jika ada orang bertanya, apakah kamu membaca pengetahuan pengajaran toilet training pada anak lewat internet atau majalah mungkin? Tidak juga...

Saya ingin berbagi dengan teman-teman, yang mungkin baru punya anak atau yang mungkin sudah punya anak tapi anaknya masih mengompol. Ya anggap saja ini tips parenting ala RIRIN he..he..

Sebenarnya sangat mudah untuk mengajarkan toilet training pada anak, hanya saja dasarnya dari kita yaitu orangtuanya. Semua tergantung dari kita malas atau tidaknya, telaten atau tidaknya. Sejak anak saya bayi merah, saya tak pernah sedikitpun membiasakan memakai pampers tengah malam (jam tidur malam).Walaupun saya lelah bekerja, tengah malam anak saya nangis ngompol, saya tetap dengan senang hati menggantikan popoknya. Saya menghafalkan tanda-tanda dia ingin pipis atau tanda-tanda dia akan pup. Waktu masih bayi, ketika mulutnya manyun, alis matanya berkerut..baik saya atau suami sudah tahu bahwa ia ingin pup. Kita lekas saja membuka popok, cari koran dalam bahasa jawanya ditatur. Jadi si bayi ini kita gendong dengan posisi kepala kita tahan tangan kiri tempelin paha kiri, pantatnya kita pas kan di koran. Dan ini akan terbiasa bagi bayi. Setiap dia ingin pipis dan ingin pup dia pasti bilang, walau dengan nada tangisan. Edgar juga begitu. Walau tengah malam, matanya mengantuk saat ia ingin pipis, dia menangis dan bilang 'pis..pis..mimik' ya pastinya ingin pipis tapi juga lagi haus. Nah kalau malas bawa anak ke toilet, sediakan aja ember kecil untuk tempat pipisnya he..he..

Jadi tipsnya :
1. Jangan gunakan pampers setiap hari, setiap malam. Gunakan pampers hanya saat pergi saja.
2. Tengah malam hafalkan kebiasaan atau keluhan bayi saat dia ingin pis atau pup.
3. Ketika dia sudah bisa duduk sendiri dan merangkak, sudah saatnya untuk membelikan toilet training
4. Ajarkan dia bahasa sederhana untuk bisa mengatakan keinginannya saat pipis dan pup
(Edgar sudah bisa mengatakan pis dan eek jika ia ingin ke belakang)
5. Ajarkan dia bahasa tubuh yang mengungkapkan ingin pipis atau pup (saat dia belum bisa bicara)
(Edgar dulu kalau ingin pipis selalu memegang tititnya sambil menangis)
6. Semua adalah kesabaran, telaten dari kita sendiri sebagai orangtuanya.

Ternyata toilet training sangat penting bagi anak-anak. Seperti tetangga saya, yang anaknya berbeda 1 bulan dari anak saya. Hingga saat ini tiap hari orangtuanya memakainya pampers. Karena si anak ini kalau pup ya sudah di celana aja, mau pipis juga gak bilang. Terus anak sodara saya yang sekarang kelas 3 SD...duh amit-amit, sampai sebesar itu masih ngompol juga tiap tidur malam. Kalau anak sodara saya ini dasarnya mungkin dia malas bangun. Dan mamanya terbiasa memakaikan pampers sampai dia TK.

Jadi kalau kita bisa mengajarkan toilet training pada anak kita sedini mungkin, kenapa gak sih?

Ok deh, happy weekend. Lain waktu saya akan sharing tentang parenting lagi ya....gaya deh. Padahal saya juga baru punya anak satu, sok pengalaman deh he..he..