Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Saturday, August 02, 2008

30 Tahun

Tak terasa waktu terus bergulir. 30 Tahun sudah saya bernafas merasakan nikmatnya udara bumi alam semesta ini. Sedih, gembira, suka, duka, sudah banyak saya lalui. Banyak kenikmatan yang saya dapat, banyak Mujizat yang terjadi dalam hidup saya dan banyak rasa syukur yang wajib saya panjatkan kepada Sang Pencipta.
Di perjalanan hidup saya, saya diberi anugerah olehNya dengan keberadaan orang-orang yang mencintai dan menyayangi saya.
Saya tak tahu harus mengucap apa pada Tuhan, di tanggal 27 Juli kemarin....
Tepat di usia saya yang ke 30, saya justru harus menyaksikan Nenek tercinta saya dimakamkan.

Saya tahu ditinggalkan orang yang kita sayangi, adalah hal terberat. Ditinggalkan orang yang kita sayangi adalah hal yang paling menyakitkan. Tetapi saya meyakini bahwa ini adalah yang terbaik yang Tuhan berikan. Manusia terbuat dari tanah, dari debu, dan manusia akan kembali ke debu. Semua manusia pasti akan kembali pada Sang Pemilik Kehidupan.
Saya patut bersyukur, karena Nenek saya telah menemani hari-hari saya hingga usia 30 tahun. Saya patut berbangga usia nenek saya yang langka yaitu hampir 100 tahun. Bahkan sebelum meninggal Nenek banyak berkata-kata. Di usianya yang sudah begitu tua, telinga dan matanya masih berfungsi dengan baik. Penglihatan dan pendengarannya masih jelas.

Di saat kami semua berkumpul di Ponorogo dengan begitu banyak pelayat, ibu dan beberapa saudara mengucapkan "Selamat Ulangtahun rin...di ultahmu ini tepat pada saat pemakaman nenek."
Saya menyaksikan Nenek meninggal dengan begitu tenang, seperti orang tertidur. Kami semua anak cucunya meneteskan air mata. Tapi kami semua ikhlas demi kelancaran jalan nenek menghadap Sang Pencipta.

Pemakaman nenek memang tidak sedasyat pemakaman kakek yang didatangi ribuan pelayat. Tapi pemakaman nenek tetap terlihat ramai. Warga desa berbondong2 ingin menyaksikan pemakaman Nenek. Setiap hari orang datang untuk mendoakan nenek hingga tujuh harinya tak pernah lepas dari angka ratusan. Ketika 3 hari nenek, yang datang melebihi 600 orang. Saya tak menyangka walaupun pengaruh Nenek saya tak sedasyat kakek saya, tetapi orang masih tetap menghormati dan menyayangi nenek sebagai sesepuh juga mantan Lurah. Mereka selalu menyebut 'Mbah Lurah'

Dari 11 anaknya, yang tidak datang adalah Budhe kalimantan, Pakdhe Kerinci dan Om di Sorong Irian. Sedangkan yang dari Jakarta, Bekasi, Madiun, Surabaya, Situbondo datang memberi penghormatan terakhir pada Nenek.

Selamat Jalan Nenek, Terima kasih atas segala keceriaan yang pernah Nenek berikan pada saya. Terima kasih telah pernah mengasuh saya saat bayi dengan tingkat kerewelan yang tinggi. Terima kasih atas segala nasehat. Mohon maaf atas segala salah yang mungki saya sengaja ataupun tak sengaja.
Teriring doa dan kasih...semoga Nenek di terima di sisiNya.

Saturday, June 21, 2008

Happy Birthday To us

Kemarin tanggal 15 Juni adalah pernikahan adik saya yang terakhir. Waktu hari Sabtu malam (tanggal 14 juni), ada acara widodareni di rumah. Nah di sana dirayakan, wujud doanya sih ada 3. Yang pertama adalah memohon untuk kelancaran pernikahan adik saya, yang kedua ucapan syukur ultah pernikahan saya yang kelima tepat pada tanggal 15 Juni dan yang ketiga ucapan syukur atas ultah Alexander Edgar anak saya yang ke 2 tahun.

Gak terasa, pernikahan saya sudah memasuki usia ke 5 tahun. Suka, duka sudah saya jalani bersama suami saya. Kalau dihitung lebih banyak kedukaan menimpa kami. Untunglah suami saya selalu mengajak saya untuk selalu bersyukur dalam segala. Suami saya selalu bilang walau kita dapat uang seribupun, kita wajib selalu bersyukur.
Kalau dipikir2, problem rumah tangga saya begitu besar. Pernah suatu saat menghadapi problem itu saya stress luar biasa...dan tahu tidak? Seandainya suami saya tidak kuat menghadapi liku2 rumah tangga kami, bisa saja dia minta cerai, karena problem ini begitu besar hingga menyangkut pautkan kedua belah pihak keluarga.Tetapi dia selalu bilang...kita harus selalu ingat janji pernikahan...bahwa apa yang sudah disatukan oleh Tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia. Thanks God...saya benar-benar bersyukur memiliki dia sebagai pendamping hidup saya. Dengan segala kesabaran luar biasa, ia mendampingi saya dalam situasi yang tersulit sekalipun. Jarang sekali mungkin pria seperti suami saya ini, pintar memasak (pintar dia daripada saya untuk perkara memasak), kreatif, melindungi, tangannya siap merangkul anak dan istrinya setiap saat....duhh kok saya jadi memuji dia habis-habisan? he..he..
Ya semoga...kamu akan mendampingi saya hingga kakek nenek.

Gak terasa juga buah hati saya Alexander Edgar Hardi Prasetyo telah memasuki usia yang kedua tahun. Si kecil ini juga meramaikan hari-hari saya. Si kecil ini membuat semangat hidup saya tinggi. Edgar membuat saya untuk tegar dalam menghadapi hidup. Thanks pangeranku. Semoga kamu tumbuh menjadi terang di masyarakat sekitarmu.

Dan sesuai janji saya, saya akan memajang hasil karya saya...juga tak ketinggalan foto Edgar ketika usianya memasuki angka 2.

Ini bros buatan saya. Suami saya juga ikutan buat lho..nah yang ada tangkainya panjang itu buatan suami saya khusus buat Edgar. Supaya waktu resepsi dia tanda panitianya lain daripada yang lain he..he.. ada aja ide papanya itu.

Yang ini kipas undangan adik saya. Mika ini sebagai pengganti amplop. Saya hias sedemikian sehingga orang akan tetap tahu kalau itu undangan. Jadi stikernya saya beri tulisan undangan, sayang yang di foto belum ada stiker di dalam kemasan mikanya.

Ini foto Edgar 2 minggu sebelum ulang tahunnya. Sayang mama memang tidak merayakan, karena gak ada budget untuk ultahnya edgar he..he..gak papa ya sayang. Bubur merah bikinan papa kan sudah mewakili he..he..


Yang ini juga foto seminggu sebelum ultah. Papanya nih aneh2, anaknya didandani beginian. Tapi lucu juga ya gayanya. Sayang fotonya pake kamera hp.


Nah itu dulu ya kabar dari saya.
Have a nice weekend.
God Bless you all.......

Wednesday, February 27, 2008

Kesehatan itu mahal harganya

Saya pernah mengalami sakit kepala berat tiga tahun lalu. Sakit kepala itu hingga membuat kepala saya nyeri dan panas di bagian belakang kepala. Karena mendapatkan fasilitas kartu asuransi askes dari tempat saya bekerja, saya mencoba datang ke dokter keluarga dari askes. Saya diberi obat untuk konsumsi selama 1 minggu, jika tidak membaik, maka saya wajib kontrol lagi. Akhirnya saya kontrol lagi, karena obat tersebut tak berpengaruh apapun pada kepala saya. Dokter mengira ada kemungkinan tumor entah apa. Sayapun diberi surat rujukan ke Rumah sakit swasta di Surabaya.

Saya datang ke rumah sakit itu, tentu saja masih dengan bekal asuransi dan surat rujukan. Di specialist saraf tengkuk saya dipijat, saya diperiksa teliti oleh dokter dan pada keputusan akhir dokter memutuskan untuk CT Scan. Suster pun menelepon pihak askes, apakah budget asuransi saya memenuhi untuk bisa CT Scan. Saya terkejut ketika disebutkan nilai nominal CT Scan yang harganya saat itu 800 ribu rupiah, hampir satu juta. Untunglah budget askes saya juga mencakup CT Scan. Kalau tidak, tidak bisa saya bayangkan, pastilah saya akan habis biaya lebih dari satu juta untuk bayar dokter, obat dan CT Scan. Gaji saya ludes hanya untuk berobat pastinya. Ternyata dari hasil CT Scan ada benjolan kecil di sinus maxiliris sebelah kiri. Katanya sih tidak berbahaya. Saya hanya menganggap itu seperti alergi setiap harinya buat saya. Sejak usia SMP saya selalu dihadapkan pada pilek setiap pagi. Karena merasa baik setelah mendapat obat dari dokter, saya tak pergi ke THT walau sudah dirujuk oleh dokter keluarga.

Akhir-akhir ini, sejak libur natal tahun baru hingga saat ini, suara saya serak, parau. Setiap kali berbicara keras sedikit saya mesti mengeluarkan tenaga ekstra. Awalnya saya tak curiga apapun. Namun 2 minggu yang lalu kepala saya pusing berat lagi. Sebenarnya saya paling benci ke dokter. Bukannya karena apa, karena saya sangat benci harus menelan obat. Saya mau rutin menelat obat, hanya saat hamil saja. Itupun karena saya melakukan demi janin yang ada di perut saya, yang saat ini sudah menjadi mahluk menggemaskan.
Karena dorongan suami tercinta, saya pergi ke dokter, saat ini saya tidak memakai fasilitas askes kantor, karena tidak mungkin saya pergi ke dokter di surabaya yang jauhnya dari ujung ke ujung jika berangkat dari rumah saya. Suami menawarkan asuransi untuk istri yang ia terima dari perusahaan tempat dia bekerja. Enaknya asuransi ini, kita bisa langsung ke dokter specialist tanpa rujukan. Saya melenggang ke THT ditemani suami saya. Saya menceritakan sejarah penyakit saya, saya juga menceritakan kalau hasil ct scan saya hilang. Saya diperiksa. Tenggorokan diperiksa, hidung diperiksa, lalu lidah saya terjulur dan ditekan sambil diminta berteriak aaaaa,eeee. Saya diminta foto dulu. Hasilnya sinus kanan dan kiri bengkak, ternyata pita suara saya juga bengkak. Saya dilarang mengkonsumsi makanan pedas, minuman dingin. Yang bikin saya jengkel, saya dilarang melatih paduan suara, saya dilarang bernyanyi, saya dilarang sering2 mengeluarkan suara. Padahal saat itu saya sudah ditawarin untuk melatih lagi di salah satu univ untuk pengukuhan guru besar, saya sudah diminta lingkungan untuk bantu paduan suara buat tugas bulan mei, bahkan wilayah sudah memasukkan list nama saya sebagai pendukung alto untuk misa jumat agung. Maafkan aku Tuhan, tak bisa bernyanyi bagiMu. Yang bikin saya lebih jengkel dan menggerutu, obat yang harus saya minum banyak. Saya juga wajib ikut fisioterapi tiap hari selama 20 menit. Sinus kanan kiri saya dipanasi. Dan tahu gak? Jika saya total dari pengobatan awal minggu lalu senin 18 feb, terapi, obat, hingga kontrol 23 feb total biaya yang keluar adalah 800 ribu. Waaah..kalau buat beli susunya edgar bisa dapat banyak tuh. Thanks bagi Tuhan, karena ternyata semua itu telah dibayar oleh asuransi kesehatan pihak kantor suami saya.

Sekarang? Jangan tanya saya, penyakit ini tetap masih saya rasakan menyiksa. Tenggorokan kalau buat menelan rasanya sakit, tetapi saya menghentikan konsumsi obat. Karena 2 hari yang lalu saya sering mengalami kejang perut, kaku perut hingga menembus punggung dan pinggang. Suami saya juga bikin saya takut, katanya mungkin saya ginjal, halah...saya jadi stop obat, minum air putih banyak. Jadi berprasangka yang gak-gak.
Duh..saya tidak mau sakit lagi. Saya mau selalu sehat. Saya ingin selalu menjaga Edgar hingga ia dewasa.

Kesehatan mahal harganya. Saya jadi berpikir, seandainya saya tak memiliki asuransi mungkin sayapun tak mau nekad berobat, karena bagi saya yang terpenting ada susu anak saya bisa terpenuhi. Kadang saya jadi berpikir, bagaimana nasib mereka yang lebih tak beruntung dari saya. Mereka yang benar-benar tak punya uang, tak punya asuransi tetapi mereka sakit keras. Mereka pasti sangat bingung.

Semoga ini adalah sakit yang terakhir. Jangan sampai saya sakit-sakit lagi. Capek deh minum obat, capek ke dokter, capek ngantri.

Tuesday, October 23, 2007

Jumpa lagi

Pada bulan yang segala rahmat dicurahkan
Ampunan ditawarkan
Ijinkan dengan kerendahan hati merajut tali
berkah dan salam
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin.
Tidak ada kata terlambat bukan? Biarlah waktu memang tertunda beberapa minggu, tapi tali silahturahmi tak pernah pupus. Bukan begitu?

***

Saya kembali dari libur panjang. Tepatnya sepuluh hari.
Menebus hari-hari saya yang hilang dari kehidupan Edgar.
Kebetulan sekali budhe yang momong Edgar, mudik. Jadilah saya menjelma sebagai ibu rumah tangga sejati.
Di kantor biasanya memandangi komputer setiap harinya. Di rumah saya bergelut dengan segala urusan rumah.
Mencuci, setrika, memasak, ngepel lantai dan yang utama menemani hari-hari Edgar dalam bermain.
Capek, tapi menyenangkan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pekerjaan budhe, selain momong Edgar, dia juga harus mengerjakan pekerjaan rumah..yang ternyata kalau dikerjakan tanpa henti memang gak ada selesainya. Saya salut banget dengan para Ibu rumah tangga sejati, Ibu rumah tangga yang tidak bekerja di kantor.Kenapa? Saya yang biasa merasakan bekerja, ternyata dalam waktu sepuluh hari bersama Edgar sendirian di rumah, merasa kesepian...dan pernah saya jenuh banget, ingat keluar rumah. Wah sayang, maafkan mama ha..ha..
Tapi, jangan pikir saya tidak berniat untuk menjadi Ibu rumah tangga sejati. Saya berniat...saya sangat berniat. Saya bahagia melihat Edgar tumbuh, melihat kepintarannya tiap hari, melihat manjanya dia manggil 'mama' saat bangun tidur. Saya bahkan meneteskan air mata melihat dia tidur sangat lelap. Saya teringat keluarga saya, yang memang akhir-akhir ini hubungan kami sangat jauh, makin jauh dan makin runyam. Maaf saya tak bisa menceritakan detailnya.

Tak terasa Edgar sudah lari kesana kemari. Kosakatanya makin banyak. Lucunya kata Mobil, Apik dan Topi diucapkan hampir sama. Kata-kata dong (minta gendong) hampir menyerupai pengucapan huruf U. Kata-kata 'gak mau' menjadi gaya khasnya 'mau...mau' padahal dia bilangnya gak mau, sambil memalingkan wajah dan badannya.

Segala sesuatu indah pada waktunya. Saya hanya punya motifasi itu.
'Janganlah kamu kuatir akan apa yang kamu makan, kamu minum dan kamu pakai' Saya punya kekuatan karena Firman itu.
Tak terasa banyak hantaman mengalir di kehidupan saya. Berat! Sesak! Bahkan saya seperti tak bisa bernafas. Saya hanya bisa berucap "Gusti, paringi kulo kiat. Paringi kulo sabar"

Tapi memang Tuhan itu baik...baik sekali.
3 Minggu sebelum lebaran, saya kehilangan dompet dan hp. Di dalam dompet berisi ATM saya, ATM suami saya, KTP, SIM, surat-surat penting semua ada di situ, termasuk buku tabungan saya.
Pagi kehilangan, Malamnya Edgar demam tinggi dan muntah. Akh Tuhan memang menguji kami, tidak pernah Edgar sakit seperti ini. Kami bingung. Mau dibawa ke UGD, uang tinggal 7.500 di dompet suami saya. Ambil uang, ATM dua-duanya hilang. Saya lalu kompres Edgar, kipas saya nyalakan, saya biarkan suhu kamar dingin. Edgar saya telanjangi. Perut saya beri minyak kayu putih. Paginya masih demam dan muntah. Saya bikin labuh putih dikukus dengan gula batu. Lalu saya peras, airnya diminumkan. Tuhan sangat baik, Edgar sembuh. Demam langsung turun, dan tidak muntah lagi. Tuhan tahu kalau kami tidak punya uang.

Keesokan harinya, suami saya dapat rejeki. Satu minggu kemudian, saya dibelikan hp oleh suami saya. Thanks God. Janji Tuhan memang seperti fajar di pagi hari. Janji Tuhan memang tiada pernah berhenti bersinar. Di dalam keyakinan iman selalu ada pengharapan.

Saat ini memang hari-hari akan terasa berat berjalan. Namun jauh di lubuk hati saya, saya yakin...Tuhan akan memberi kado terindah yaitu kebahagiaan di masa mendatang. Seperti penantian saya 3 tahun, yaitu Edgar..dia kado terindah dari Tuhan.

Saya sedikit melow ya di postingan kali ini. ha..ha..

Btw...mohon maaf jarang update, karena ternyata memelihara banyak blog itu sudah. Thanks to God juga, karena usaha souvenir saya mulai berjalan walau pesanan masih satu, dua atau tiga. Kemarin ada teman yang pesan kaos untuk acara di organisasinya. Tapi untuk blocknote dan pulpen talinya gak jadi, karena udah ada donatur. Saya jadi lupa menulis...tak menghasilkan tulisan apapun dalam 4 bulan ini, kecuali puisi toilet ha..ha..

Dan...selamat beraktifitas, selamat bekerja....

Thursday, August 02, 2007

Saya berbisnis

Akhirnya, saya update juga blog tercinta saya ini. Maaf teman-teman bukannya ririn yang sekarang ini sombong, tak mau nengok teman-teman lagi, gak mau blogwalking...bukan. Tapi ririn yang sekarang ini sok jadi orang sibuk jieeh.

Pernah gak sih kalian pernah punya pikiran ingin mengasuh anak di rumah? Pernah gak punya keinginan untuk melihat anak kita pintar tiap harinya. Dan inilah yang jadi pemikiran saya untuk memulai bisnis sendiri. Suatu kali tiba-tiba saya mendengar Edgar teriak "Mama kerja (Mama ja), Mama ada (kalau yang ini dia asli bisa jelas mama ada)" Saya seneng banget dan berceletuk. "Sayang kamu sudah pintar ya sekarang udah panggil mama, udah tahu mama kerja segala." Eh si budhe saya bilang "Wah iya sejak kemarin siang dia sudah pintar ngomong gitu." Soalnya Edgar paling fasih banget kalau panggil papa dan bilang apa.

Nah dari situlah saya merasa kehilangan moment-moment penting saya bersama Edgar. Saya merasa melewatkan hari-hari pertama dia 'bisa'. Bayangin aja jam tujuh pagi saya berangkat kerja, pulang sampai rumah jam 6 sore. Terkadang saya ada latihan paduan suara untuk tugas gereja. Lalu minggu pagi sampai sore saya harus melatih paduan suara di salah satu Univ di surabaya untuk persiapan wisuda.
Waktu saya untuk Edgar hampir tidak ada. Jadi ketika sampai rumah saya secepat kilat ambil langkah untuk mandi bersih, makan bentar lalu segera bermain dengan Edgar. Itupun efektifnya hanya 2-4 jam, terkadang kuran dari 4 jam. Tepat jam 9 malam atau kadang jam 8 malam Edgar sudah mengantuk dan tidur. Saya pun dapat berkomunikasi denganya start jam 5 pagi lagi. Duhh...bentar banget waktu saya melihat wajah imutnya.

Saya mencoba berbagai cara untuk bisa kerja di rumah. Dengan gaya sok prof, sok jago saya searching di internet. Saya mulai merambah dengan cara ppc (alias pay per click) idih...ternyata gituan banyak yang nipun alias spam. He..he..mulai merambah lagi dengan paid survey, paid review...halah hasilnya sih belum ada...lha waktunya juga jarang bisa konsen ^_^ Lalu dengan pedenya saya nyoba adsense special google tuh...
Semuanya nol. Kesimpulannya saya GOBLOK dan GAPTEK ^_^
Mikir2 kerja apa ya di rumah? Jadi penulis saat ini gak mungkin, komputer gak punya...emang nulis pake apa?he..he..Dan saya sudah kirim lho naskah ke 3 penerbit, belum ada kabar hingga 4 bulan ini hiks....
Ya sudah emang sekarang jalannya saya disuruh bersabar dulu.

Tapi sekarang saya sudah merintis bisnis kecil-kecilan teman...mau tahu?
Ya ... pokoknya bagi teman-teman yang mau married, ulangtahun atau butuh buat promosi perusahaan. Saat ini saya menjual souvenir...(jualan ni yeeee).
Kalau yang tinggal di Surabaya dan Sidoarjo, bisa kok saya kirim...mau lihat contoh2nya bisa juga saya datangi ke rumah. Yach ini merupakan pelayanan istimewa dalam kiat merayu pelanggan he..he..Untuk Surabaya Sidoarjo jika jadi pesen souvenir saya pengiriman gratis alias tidak dipungut biaya. Tapi bagi luar kota Sby Sidoarjo, ongkos kirim ditanggung sendiri yaaa...
Sementara saya belum buat blog atau websitenya. Ntar kalau saya sudah menfoto semua koleksi souvenir saya, baru deh saya pajang. Halah PROMOSI nih...

Apa saya masih pingin jadi penulis? Tentu dong...tetap semangat. Kalau souvenir saya sudah terkenal (hiks..semoga aja) maksudnya tuh laris manis, saya berencana merekrut karyawan dan saya hendak kerja sendiri di rumah. Nah kalau di rumah saya bisa punya waktu banyak bersama edgar dan punya waktu lebih untuk menulis.

Pas Ultah saya tangal 27 kemarin saya dapat kado istimewa dari Tuhan. Edgar bisa jalan. Sebenarnya sih Edgar udah bisa jalan dari usia 10, tapi pedenya dia tuh kurang. Alias kurang berani. Tiap kali dilepas nangis, maunya tangannya gandeng tangan mama. Tapi saya tahu, saya gak perlu maksa. Saya hanya memotivasi dia, memberi keyakinan agar dia percaya diri, agara dia gak ragu-ragu. Tiap kali saya libur, pasti saya latih untuk jalan dari saya ke papanya. Yaaa cukuplah 3-4 langkah. Akhirnya dia udah jalan. Bicaranya itu yang heeemmm lumayan masuk dalam kategori cerewet. he..he..

Apalagi ya yang belum saya ceritain? Besok2 lagi deh ceritanya disambung
c

Saturday, June 23, 2007

Empat tahun sudah

Aduhh lama sekali saya tidak meng-update blog tercinta saya ini. Lama juga saya tidak blogwalking ke teman-teman tercinta. Shofa, Dewi, Yaya, Vi3, Mbak Sa, duhh...banyak deh. Bukannya saya melupakan anda semua. Miss you a lot..pingin blogwalking. Tapi...saya sekarang lagi maruk cari duit. Halah..! He..he.. bener lho, lagi maruk cari duit. Sibuk kerja dan getol-getolnya nyari tambahan di internet. Apa bisa sih? Ya...mencoba membuktikan saja pengalaman seseorang yang katanya dia bisa dapat duit dengan isi survey, dengan hanya klik, dengan bla..bla..buktikan aja sih.
Saya juga lagi maruk nulis...halah. Nulis sana, nulis sini. Nyoba sana nyoba sini. Diterima enggaknya di penerbit ya itu urusan belakangan.

Gak terasa juga ternyata saya udah kelar edit chicklit saya yang akhirnya saya putuskan kirim ke GagasMedia. Ragu-ragu sih, saya gitu lhoo...si penulis karbitan, si penulis yang gak bisa apa-apa alias masih belajaran. Kok berani-beraninya kirim ke penerbit besar he..he.. Kata mereka sih buku saya akan dikabarin 3 bulan. Lama ya?
Terus Teenlit saya udah saya coba kirim ke Penerbit Andi, awalnya sih saya mau kirim ke Grasindo...tapi dengar-dengar di sana lagi ngantri banyak naskahnya. Penulis hebat aja ada yang baru 1 tahun dikabarin...
Terus 2 cerita anak saya saya coba kirim ke Penerbit Tiga Serangkai. Dan....teng..teng..satu naskah saya Seri Dongeng Puteri dan Pangeran ditolak. Ya benar! Saya dapat surat tanggal 18 Juni kemarin, karena Seri tersebut dianggap sama dengan cerita-cerita dongeng lainnya. Mereka bilang sih pesan moralnya ada, juga cocok dengan misi Tiga Serangkai yaitu Keislaman, runut dan rapi cara penyampaiannya..tapi ya itu deh. Gak papa..dunia gak berhenti kan kalau ditolak he..he.. harus berjuang lagi dong!!

Edgar 11 Juni kemarin Ultah ke 1. Dan saya 15 Juni kemarin Ultah Pernikahan ke-4. Empat tahun sudah saya hidup berumah tangga dan satu tahun sudah saya hidup bertiga bersama Edgar.
Banyak suka duka saya alami. Tapi sejak kehadiran Edgar di perut saya, saya banyak diuji kesabaran. Berbagai tempaan datang silih berganti tanpa bisa saya menolaknya. Pernah saya putus asa...Sangat! Tapi kekasih saya berkata "Ma, kalau kamu putus asa lihatlah Edgar" dia memang benar. Cuma Edgarlah yang membuat saya tegar dengan tempaan-tempaan itu.
Duuuuh kok jadi melow gini ya?

Oh iya..jangan kaget kalau Edgar belum berani jalan sendiri he..he..apakah Edgar termasuk lambat? Tidak kan? Saya baca di internet dan tanya sana-sini sih..anak bisa jalan sendiri maksimalnya usia 14 bulan. Kakak sepupu saya malah senyum ketika saya cerita Edgar belum berani jalan dilepas sendiri..alias selalu minta titah. Karena Ellen anaknya dia baru bisa jalan usia 22 bulan.
Sebenarnya berdiri sendiri, merambat Edgar sudah biasa...tetapi saya amati Edgar punya keyakinan bahwa kalau tangannya tidak memegang sesuatu dia akan jatuh. Kemarin saya coba pelan-pelan tangan saya, saya lepas. Dan dia bisa berdiri tanpa berpegangan dan jalan 3 langkah. Ya cukuplah kemajuan bagi saya he..he..

Dan ...teng..teng...inilah foto-foto Edgar dengan gayanya di sepeda.





Monday, June 04, 2007

Hampir satu tahun


Kemarin, rasanya aku masih hamil.
Kemarin juga rasanya aku masih merasakan tendangan-tendangan hebat di perutku.
Rasanya kemarin..tapi kok tiba-tiba janin di perut ini sudah menjadi sosok yang menggemaskan. Pangeran mungilku ini hampir satu tahun.

Edgar sudah mau ultah, tapi siapa sangka penyakit datang tiba-tiba.
Pengasuh Edgar jatuh terpeleset, ketika itu Edgar digendongnya. Sang Pengasuh ini yang tak lain adalah budhe saya, tak bisa berjalan setelah jatuh..sampai-sampai ditolong pembantu tetangga untuk pergi ke tukang pijat.
Dan kamis malam 31 Mei kemarin Edgar langsung batuk dan demam tinggi disertai muntah.

Tanggal 1 pas hari libur, ternyata budhe dapat kabar dari desa bahwa anaknya yang kelas 2 SMP menghilang. Budhe berpamitan sabtu hendak pulang kampung. Sabtu saya bolos kerja. Dan sabtu itu Edgar makin parah aja batuknya. Tiap kali batuk dia pasti nangis, terus muntah dan juga demam tinggi.

Tgl 2, minggu pagi saya bawa edgar pijat ke budhe (kakak bapak) yang memang sudah mijat edgar dari bayi. Kata budhe "Pantas aja budhe yang mengasuh sampe gak bisa jalan...ini lho bayi segini kesleo sampe tiga tempat, parah gini. Walau diberi obat penurun panas ya tetap panas."

Dari Bapak mertua dibikinkan ramuan daun belimbing wuluh, kapulogo diberi gula batu dan entah apalagi lupa. Edgar minum ramuan itu...tok cer banget. Batuknya sedikit berkurang.

Pagi ini Edgar sudah baikan.

Thursday, February 08, 2007

Saya diuji, lagi!

Saya diuji lagi.
Kesabaran yang lebih pada batasnya. Kalau ujian bulan2 lalu saya diuji sebagai seorang anak yang bakti pada ortu, istri yang memahami suami, mama yang faham akan anaknya dan juga menantu yang mengerti mertuanya. Ujian bulan2 ini masih merupakan rangkaian dari bulan2 lalu...tapi saat ini batin saya diharapkan untuk lebih siap mental menjadi seorang mama.



Anak saya sakit. Rabu (31 Jan), saya ditelpon suami katanya Edgar diare dan demam. Suami minta saya untuk segera pulang. Saya lekas mematikan komputer saya, menerjang mendung yang sudah gelap, berharap hujan tak mengguyur ketika saya berjuang untuk lekas sampai di rumah dengan mengendari roda dua.
Setelah sampai di sana, bapak mertua bilang demam anak saya sudah reda. Rabu malam Edgar sudah baikan. Kamis saya memutuskan tidak masuk kerja, demi anak semata wayang yang saya nanti 3 tahun dalam usia pernikahan kami. Berbekal tempra sebagai obat panas dan Lacto B untuk mengatasi diare-nya. Edgar sudah beraktifitas seperti biasanya.
Menjelang jam 23.00 WIB, kamis malam..Edgar menangis tak henti, saya bingung, kalut, gak tahan lihat tangisnya. Gak biasanya anak saya cengeng..saya masih ingat ketika anak saya demam tinggi karena suntikan DPT, dia diam hanya senyum merasakan demamnya itu..tapi kali ini dia menangis kenceng banget..
Edgar mintanya digendong. Kami gantian, saya..suami..bapak..ibu..kami bingung.

Jumat pagi saya bawa Edgar ke UGD AdiHusada Undaan. Dokter UGD menyatakan anak saya mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan. Saya yang tak tega melihat Edgar kesakitan, berpasrah saja ketika dokter UGD meminta anak saya diopname.
Tapi AdiHusada Undaan, ternyata kamar untuk merawat inap anak penuh. Suster telp ke Budi Mulya juga penuh, HCOS penuh, RKZ penuh juga...saya pun terima saja ketika dirujuk ke Adihusada Kapasari.

Edgar ditusuk jarum berkali-kali ketika hendak diambil darahnya. Hemm...saya hendak protes pada suster yang mengambil darahnya, anak sudah nangis gitu kok ya gak bisa2 nusuknya dan menemukan letak yang tepat. Saya menangis. Akhirnya si suster ini, memanggil temannya..dan alhasil temannya satu kali tusuk aja udah jadi keambil darahnya. Edgar diinfus. Sehari semalam di RS Edgar menangis terus...tiap kali menangis gak lama kemudian dia pup...dan herannya pupnya tuh cair banget, padahal waktu di rumah sering pup tapi kental.
Edgar disuruh puasa...lalu dokter menyarankan diberi air teh...saya turuti saja. Tetapi nyatanya tiap kali edgar minum teh, perutnya kembung, dan dia malah diare tiap dua jam. Huh..saya panik..dirawat kok bukannya membaik.
Saya menyuruh suami beli gula, lalu saya bikinkan air gula,..dia doyan, sekali minum bisa habis dua botol. Ternyata manjur, gak pernah pup lagi..sekali pup udah gak cair. Muntah juga gak...demam juga gak. Itu adalah hari minggu.

Karena merasa kondisinya membaik, saya hendak kerja mengingat saya meninggalkan tanggungjawab besar di kantor. Ada laporan tahunan yang wajib dibereskan menjelang pergantian pimpinan di Ubaya. Jadi suami kerja, saya juga kerja dan di sana hanya ada pengasuhnya. Sampai kantor ternyata boss saya baik banget, dia cuma minta diforward dokumen2 penting yang digunakan buat laporan tersebut..beliau sendiri nantinya yang mengerjakan.
Perasaan saya memang sempat gak enak, jam 11.00 suami saya telp panik banget...katanya Edgar di oksigen. God! Dada saya sempat sesak dengar berita itu.
Saya pun akhirnya jam 12.00 berpamitan. Rasanya saya gak akan bisa konsen kerja dengan kondisi anak saya seperti itu.

Suami saya marah besar...sayapun ingin teriak dan cubit para susternya. Harusnya jarum infus itu tiap tiga hari diganti semua dan dipindah posisinya jika itu digunakan untuk bayi. Tetapi mereka teledor. Edgar terhitung sudah 4 hari. Begitu Edgar disuntik injeksi pada infusnya, dia menggigil dan demam tinggi. Jadi ada kemungkinan Edgar infeksi karena infus. Emaknya (pengasuhnya) bingung harus berbuat apa, untunglah tetangga sebelah (yang anaknya juga muntaber) segera bertindak pencet bel untuk manggil susternya. Dan akhirnya anak saya di oksigen.
Saya ingin berontak...ingin teriak..ini bayi lhoo iya kalau orang gede bisa ngerasain dan bilang sakit dimananya. Edgar bisanya nangis aja.
Sampai di sana, hati saya trenyuh banget, melihat edgar sudah diberi infus, diberi oksigen. Namanya Edgar mana bisa diam sih? Saya akhirnya membungkus badannya dengan selendang supaya tangannya tak bergerak bebas. Kasihan sih sebenarnya. Habis tangannya mencabut oksigen yang menempel dengan sukses di hidungnya, saya tahu pasti dia gak enak...risih. Saya makin trenyuh ketika Edgar bermain di tempat ridur RS itu dengan berbagai selang yang melilitnya. Tapi dasar Edgar, mana pernah dia merasakan sakitnya...walau selang banyak melilit tubuhnya dia masih asik dengan mainannya, dia masih aktif teriak2. Saya sempat GR dan bangga sendiri..ketika tetangga sebelah yang anaknya usia 8 bulan hampir 9 bulan..heran dengan Edgar yang udah merangkak..sering tiba2 berdiri sendiri. Katanya "Fahri belum bisa begitu.." memang anaknya cuma bisa tengkurap saja. Saya sempat besar kepala ketika beberapa teman, yang ternyata anaknya juga di rawat di sana bilang "Ya ampun mbak...kalau jaga Edgar sendiri yo pasti kewalahan lha gesitnya seperti ini." Soalnya mereka berdua yang bantu ngejagain Edgar dan menyuruh saya makan siang dulu...mereka tahu sendiri betapa saya kewalahan ketika menggantikan pamper lalu dengan tiba2 Edgar ngompol dengan sukses membasahi baju dan celananya. Kita bertiga yang menggantikan pakaian Edgar...dan kita bertiga saja masih ngos-ngosan mengatasi ulah Edgar..karena kita bingung dengan selang2nya.

Hari Selasa saya bolos. Oksigen dilepas. Saya menanyakan dokter tentang tes kotoran, urine dan darah. Kata dokter HB nya Edgar rendah..harusnya bayi normalnya 15 tetapi Edgar 10. Saya tanya jalan keluarnya apa..dokternya bilang wajib transfusi darah..dokter menyarankan saya agar lekas ambil tindakan. Saya bilang...menunggu suami.
Akh gila benar...anak sebayi ini mau ditransfusi. Gak..gak..saya gak tega dan gak mau. Edgar udah baik2 saja. Buktinya dia main dengan gesitnya, makan 1 piring bubur dari RS juga habis tanpa muntah dan diare. Temperaturnya selalu 36.
Saya lekas menelepon bapak, suami dan kakak ipar yang bekerja sebagai perawat. Dari hasil telepon itu kita sepakat untuk pulang paksa saja. Bapak mertua juga takut, kalau nanti jika ditransfusi justru malah punya penyakit aneh2. Gimana gak? Saya merinding sendiri tiap baca koran dimana PMI pernah menemukan beberapa kantong darah yang mengandung HIV. Ihhh ngeri...saya gak bisa bayangin kalau Edgar ditransfusi. Susternya sempat nanya kenapa saya gak mau transfusi, saya jelaskan..sempat debab juga sama susternya. Saya disuruh tanda tangan kalau saya gak mau transfusi. Suami saya kesana...menjelaskan kebohongan..bahwa kita sudah gak punya duit. Alasan klasik dan alasanya yang memang gak bisa dipaksakan untuk tetap terus di situ. Suami saya nanya kemungkinan terjelek kalau Edgar gak transfusi apa? Susternya bilang anaknya akan demam terus. Suami saya jawab..buktinya dua hari ini gak demam kan sus. Susternya cuma mengiyakan.
Jelas dong..anak saya HB nya rendah. Ketika tes darah pertama HB nya 12..kondisi Edgar lemas..karena kehilangan cairan. Ketika tes darah kedua..HBnya justru 10 ..lha ngambilnya waktu Edgar mengigil, demam tinggi karena infusnya tak diganti.Kenapa mengambil darahnya waktu kondisi drop? Otomatis Edgar HBnya rendah.
Akhirnya Rabu walau dokter belum mengijinkan pulang, saya nekad membawa Edgar pulang. Biarlah saya cari RS yang lebih rasional saja. Biarlah saya cari dokter anak yang lebih rasional dalam mengobati anak, hati2 dalam penanganannya.

Saya membisikkan ke Edgar.."Nak..jangan pernah sakit lagi ya. Cukup saat ini saja. Kalau sakit, biar mama yang merasakannya saja." air mata saya tumpah melihat tangan dan kakinya banyak bekas tusukan jarum suntik.

Ini memang curhat saya special cerita Edgar. Ini penyesalan saya yang tidak menyediakan pedialyte (cairan oralit untuk bayi, sebagai pengganti cairan yang hilang). Sebenarnya penanganan saya di rumah sudah betul..memakain tempra untuk penurun panas, dan lacto B (toh lacto b juga digunakan di RS)...hanya saja saya tidak memberikan oralit (pedialyte untuk baby) pada Edgar. Seandainya saya berikan, tentu Edgar tidak mengalami dehidrasi, yang mengakibatkan infeksi usus..karena apa yang dikeluarkan tidak imbang dengan apa yang masuk.

Sekedar sharing untuk teman2..bagi yang punya anak, ponakan..usahakan sedia obat dalam kotak P3K..mulai dari obat panas, batuk pilek..terutama diare dan muntah.

Satu yang saya sesalkan, ketika Senin saya masuk kerja, Nana (Syafrina Siregar, penulis Life begin at Fatty) mengirimkan sebuah pesan untuk saya. Nana ingin bertemu dengan saya pada hari Sabtu dan Minggu. Terlambat! Ya, mau apalagi saya tidak masuk sejak Kamis. Saya sms minta maaf pada Nana, bukannya saya tidak mau bertemu. Tetapi ini karena sungguh rencana di luar dugaan. Hari ini saya telepon Nana, ternyata dia gak jadi pulang Kamis, Nana jadi balik hari Jumat. Semoga nanti malam saya dapat bertemu dengan penulis yang sangat produktif ini...dan semoga Edgar bisa saya ajak.

Thursday, January 25, 2007

Menangis ..

Aku menangis. Lagi!
Kenapa harus menangis?
Apa menangis dapat menyelesaikan semuanya?
Memang tidak, tapi menangis membuatku lega
menangis mengingatkanku bahwa Tuhan sungguh baik
Ia menciptakan mata dan aliran air
Bukankah itu ajaib?
Menangis juga membuat aku sadar
bahwa hidup tak selamanya harus tertawa
Apa kamu tahu? Tangis itu tak selalu berarti sedih
Ada segelintir orang yang justru menangis di kala gembira
Dan .. aku berharap bisa menjadi segelintir orang itu
Aku tak pernah malu jika menangis
Karena Tuhan menciptakan mata juga buat menangis
Aku tak pernah malu mengakui bahwa aku menangis
Karena itu satu-satunya senjata mengungkapkan kesesakan hati
Lihat! Aku masih menangis.Lagi!

[Pondok Mertua Indah. 29 Des 2006 ; jam 24.00]

Hai! Jumpa lagi. Maaf aku lama tidak update blog. Dikarenakan kesibukan kerja, laporan bulanan dan laporan tahunan yang tak ketinggalan tentunya.

Melow ya? Aku melow, kali ini :)
Harus kuakui, aku sedang menghadapi masalah. Berat .. berat banget. Sampai-sampai aku susah untuk ngomongnya, susah untuk ceritanya.

Tuhan menguji aku, sejak aku hamil Edgar..dan puncaknya Nopember kemarin. Tuhan menguji aku sebagai seorang anak yang berbakti pada ortu, sebagai seorang istri yang menurut dan mengikuti suami, sebagai mama yang harus bisa tetap memperhatikan Edgar walau aku sibuk dengan pekerjaan.

Kadang aku putus asa, karena masalahku tidak bisa terselesaikan jika aku tidak memulainya terlebih dahulu. Beberapa teman dekat aku bilang "Masalahmu bisa selesai hanya dengan doa, kamu hanya bisa tunggu keajaiban dari Tuhan. Kamu hanya bisa menyelesaikan masalah ini karena kuasa Tuhan."

Mereka benar. Hanya kekuatan doa.
Masih ingat saudaraku yang pernah kecelakaan September lalu? Ya! Harusnya aku belajar dari Titin. Kemarin malam titin sempat bilang "Kesembuhanku ini sebenarnya bukan dari kesuksesan medis, tapi ini adalah kekuatan doa."
Bukan hanya doa dari Titin, dari sahabat, saudara, teman ..yang terus datang silih berganti, yang tak lelah berdoa mohon keajaiban untuk kesembuhan titin.
Secara medis, orang akan berpikir titin akan meninggal. Titin koma hingga satu bulan. Operasi otak yang dilakukan beberapa kali. Operasi pada dagu, operasi pada punggung..dan entah berapa lagi operasi.
Titin sekarang sudah sembuh. Tapi wajahnya tidak secantik dulu lagi. Banyak jahitan yang berada di pipi dan dagu membuat pemandangan tak sedap. Matanya jadi bengkak, hidungnya tidak bisa membau. Herannya, dia masih kuat..bahkan dia sudah bekerja, dengan nekadnya naik taxi.
Kalau titin bisa sekuat itu, mengapa aku tidak bisa?

Indah tidaknya dunia ini, tinggal kita sendirilah yang memandangnya bukan?
Jika kita memandangnya dari sudut baik, menikmati setiap berkat dengan rasa syukur..bukankah itu akan menjadi indah?

Edgarlah penyemangat hidup. Melihat senyumnya, melihat ketawanya, semua jadi hilang. Edgar benar-benar karunia terindah...karunia terbesar dari Tuhan.

Tentang Edgar, sekarang dia sudah bisa merangkak.
Edgar sudah mulai mengamati. Jika ada hal yang menarik segera ia ambil, diamati gerak benda tersebut..kalau sudah ya dibanting-banting. Edgar sudah berkosakata banyak mulai papa, mama, bapak, baba, wawa, mbah, ... dan lucunya tiap mau tidur dia selalu mendesiskan huruf A panjang. Suamiku pernah menghitung desisannya itu sampai 10 hitungan. Kata papanya "Edgar latihan pernafasan ya?" :)
Edgar suka sekali diberdirikan. Kalau dikudang, dikasih musik, dinyanyiin pasti dia genjot-genjotkan badannya naik turun. Tapi aku cemburu juga, karena Edgar mulai dekat dengan pengasuhnya he..he..Edgar belum tumbuh gigi juga :)

Dalam perjalanan hidup aku percaya bahwa Tuhan akan memberi segala sesuatu indah pada waktunya. Kekuatan doa memang tak terkalahkan, tentu diimbangi dengan usaha. Maukah teman-teman ikut mendoakanku? Agar aku bisa menyelesaikan masalah rumah tanggaku?

God Bless you always!