Awalnya ingin mencoba bagaimana membuat cerita anak. Kemudian iseng mengikut lomba membuat cerita anak di blogfam. Walau gak menang, saya cukup gembira kalau 3 cerita anak saya di blogfam sempat masuk dalam babak final.
Berawal dari lomba, Iwok dan Blogfam mencoba menawarkan kumpulan cerita anak hasil lomba pada penerbit.
Dan inilah hasilnya... Terbit dua buku, Buku Cerita anak realita (yang isinya cerita-cerita realita) dan Buku Cerita anak fantasi (yang isinya hanya hayalan atau cerita rekaan saja). Saya sendiri juga sudah lupa berapa banyak cerpen saya yang ngikut di situ, karena pengabaran akan proyek buku ini cukup lama.
Sayang sekali, buku ini tidak dijual di toko-toko buku. Buku ini hanya dijual di lembaga pendidikan saja atau lebih tepatnya dijual di sekolah-sekolah. Saya senang, dapat ikut ambil bagian dalam pendidikan seperti ini.
Thanks untuk Blogfam dan tentunya Iwok.
Ini buku keroyokan saya yang ketiga. Berharap semoga kelak saya bisa punya single book...yang hanya nama saya sendiri nongol di buku he..he.. Optimis ya!
Thursday, December 13, 2007
Buku Cerita Anak Blogfam
Friday, November 23, 2007
Toilet Training
Saya ingin berbagi dengan teman-teman, yang mungkin baru punya anak atau yang mungkin sudah punya anak tapi anaknya masih mengompol. Ya anggap saja ini tips parenting ala RIRIN he..he..
Sebenarnya sangat mudah untuk mengajarkan toilet training pada anak, hanya saja dasarnya dari kita yaitu orangtuanya. Semua tergantung dari kita malas atau tidaknya, telaten atau tidaknya. Sejak anak saya bayi merah, saya tak pernah sedikitpun membiasakan memakai pampers tengah malam (jam tidur malam).Walaupun saya lelah bekerja, tengah malam anak saya nangis ngompol, saya tetap dengan senang hati menggantikan popoknya. Saya menghafalkan tanda-tanda dia ingin pipis atau tanda-tanda dia akan pup. Waktu masih bayi, ketika mulutnya manyun, alis matanya berkerut..baik saya atau suami sudah tahu bahwa ia ingin pup. Kita lekas saja membuka popok, cari koran dalam bahasa jawanya ditatur. Jadi si bayi ini kita gendong dengan posisi kepala kita tahan tangan kiri tempelin paha kiri, pantatnya kita pas kan di koran. Dan ini akan terbiasa bagi bayi. Setiap dia ingin pipis dan ingin pup dia pasti bilang, walau dengan nada tangisan. Edgar juga begitu. Walau tengah malam, matanya mengantuk saat ia ingin pipis, dia menangis dan bilang 'pis..pis..mimik' ya pastinya ingin pipis tapi juga lagi haus. Nah kalau malas bawa anak ke toilet, sediakan aja ember kecil untuk tempat pipisnya he..he..
Jadi tipsnya :
1. Jangan gunakan pampers setiap hari, setiap malam. Gunakan pampers hanya saat pergi saja.
2. Tengah malam hafalkan kebiasaan atau keluhan bayi saat dia ingin pis atau pup.
3. Ketika dia sudah bisa duduk sendiri dan merangkak, sudah saatnya untuk membelikan toilet training
4. Ajarkan dia bahasa sederhana untuk bisa mengatakan keinginannya saat pipis dan pup
(Edgar sudah bisa mengatakan pis dan eek jika ia ingin ke belakang)
5. Ajarkan dia bahasa tubuh yang mengungkapkan ingin pipis atau pup (saat dia belum bisa bicara)
(Edgar dulu kalau ingin pipis selalu memegang tititnya sambil menangis)
6. Semua adalah kesabaran, telaten dari kita sendiri sebagai orangtuanya.
Ternyata toilet training sangat penting bagi anak-anak. Seperti tetangga saya, yang anaknya berbeda 1 bulan dari anak saya. Hingga saat ini tiap hari orangtuanya memakainya pampers. Karena si anak ini kalau pup ya sudah di celana aja, mau pipis juga gak bilang. Terus anak sodara saya yang sekarang kelas 3 SD...duh amit-amit, sampai sebesar itu masih ngompol juga tiap tidur malam. Kalau anak sodara saya ini dasarnya mungkin dia malas bangun. Dan mamanya terbiasa memakaikan pampers sampai dia TK.
Jadi kalau kita bisa mengajarkan toilet training pada anak kita sedini mungkin, kenapa gak sih?
Ok deh, happy weekend. Lain waktu saya akan sharing tentang parenting lagi ya....gaya deh. Padahal saya juga baru punya anak satu, sok pengalaman deh he..he..
Wednesday, November 14, 2007
Semangat baru ..
Setelah jeda entah lima bulan bahkan enam bulan lebih tak menulis, tiba-tiba saja semangat saya bangkit lagi ingin menulis. Iseng menengok file di kompi kantor, ternyata saya pernah membuat beberapa naskah terpotong yang tak saya teruskan. Anehnya salah satu file yang hanya berisi 2 halaman cerita itu merupakan cerita yang bagi saya cukup unik dan sedang trend di perfilman indonesia saat ini...yach apalagi kalau tidak bertema HOROR. Satu file lagi merupakan Novel anak yang sudah saya buat hingga 15 halaman entah kapan membuatnya saya tak tahu, yang pasti novel anak inipun terbengkalai tak terurus. Dan tiba-tiba saya punya ide tak terpikirkan sebelumnya, yaitu membuat kisah nyata dari seorang anak SMP yang pernah mengalami pahitnya hidup. Saya sendiri belum terpikir jauh hendak diberikan ke penerbit mana.
Masalah menulis itu sebenarnya masalah hobby, hanya saja memang kita butuh pengakuan...kita ingin tulisan kita bisa dibaca banyak orang. Kenyataannya untuk menembus penerbit itu susah. Walaupun saya tahu penerbit saat ini jumlahnya ratusan. Pesan dari teman-teman penulis sih, gak boleh putus asa..benar begitu? ^_^
Kabar Novel saya yang bertema chicklit di salah satu penerbit masih dalam proses baca. Novel saya yang bertema teenlit, sudah ditolak oleh salah satu penerbit karena dianggap tidak sesuai dengan visi dan misi penerbit. 5 Seri Pictorial Book saya ditolak salah satu penerbit juga, karena dianggap temanya sudah umum. Tuh kan...gak gampang ingin jadi penulis? ha..ha.. Semangat ririn!
Sabtu lalu (10 Nov) saya diminta jadi pembicara di Seminar Secretary: Challanges & Opportunities, tepatnya di Akademi Sekretaris Widya Mandala, tempat saya dulu kuliah. Intinya sih saya hanya sharing pengalaman saja pada adik-adik yang masih kuliah. Thanks God, acaranya sukses. Salah satu dosen bilang acaranya sukses, karena adik-adik yang masih kuliah itu mendengarkan seminar dengan serius. Gak biasanya mereka se-serius gitu. Saya pribadi senang banget berbagi pengalaman di sana, dan dari sana saya tahu kalau ada adik-adik yang ternyata juga hobby menulis seperti saya. Mereka minta info penerbit dari saya, mereka juga curhat bingung kirim naskah kumcer mereka kemana. Well...walau saya belum termasuk penulis sukses..walau saya masih penulis amatiran..saya bantu mereka sebisa mungkin.
Untuk teman-teman blogfam, saya juga promosiin buku kita lho yang FFF dan BAMDS yang diterbitin Gradien. Sebenarnya sih mereka minta aku nge-jual buku2 ini, tapi info mereka mendadak, jadi aku juga gak sempat untuk hubungin Pak Khun, ataupun teman-teman Blogfam.
Cerita tentang si kecil, sekarang makin pintar aja. Udah bisa menyanyi satu-satu aku sayang mama, sudah bisa gerak lagu topi saya bundar...duhh "mama really miss you babe.." gak tahan berlama-lama ninggalin Edgar, ingin sekali selalu meluk dan cium..habis baunya selalu wangi he..he..
So...Selamat beraktivitas ya..
Oh iya, ini foto Edgar (saat liburan lebaran bulan lalu)
Tuesday, October 23, 2007
Jumpa lagi
Pada bulan yang segala rahmat dicurahkan
Ampunan ditawarkan
Ijinkan dengan kerendahan hati merajut tali
berkah dan salam
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin.
Tidak ada kata terlambat bukan? Biarlah waktu memang tertunda beberapa minggu, tapi tali silahturahmi tak pernah pupus. Bukan begitu?
***
Saya kembali dari libur panjang. Tepatnya sepuluh hari.
Menebus hari-hari saya yang hilang dari kehidupan Edgar.
Kebetulan sekali budhe yang momong Edgar, mudik. Jadilah saya menjelma sebagai ibu rumah tangga sejati.
Di kantor biasanya memandangi komputer setiap harinya. Di rumah saya bergelut dengan segala urusan rumah.
Mencuci, setrika, memasak, ngepel lantai dan yang utama menemani hari-hari Edgar dalam bermain.
Capek, tapi menyenangkan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pekerjaan budhe, selain momong Edgar, dia juga harus mengerjakan pekerjaan rumah..yang ternyata kalau dikerjakan tanpa henti memang gak ada selesainya. Saya salut banget dengan para Ibu rumah tangga sejati, Ibu rumah tangga yang tidak bekerja di kantor.Kenapa? Saya yang biasa merasakan bekerja, ternyata dalam waktu sepuluh hari bersama Edgar sendirian di rumah, merasa kesepian...dan pernah saya jenuh banget, ingat keluar rumah. Wah sayang, maafkan mama ha..ha..
Tapi, jangan pikir saya tidak berniat untuk menjadi Ibu rumah tangga sejati. Saya berniat...saya sangat berniat. Saya bahagia melihat Edgar tumbuh, melihat kepintarannya tiap hari, melihat manjanya dia manggil 'mama' saat bangun tidur. Saya bahkan meneteskan air mata melihat dia tidur sangat lelap. Saya teringat keluarga saya, yang memang akhir-akhir ini hubungan kami sangat jauh, makin jauh dan makin runyam. Maaf saya tak bisa menceritakan detailnya.
Tak terasa Edgar sudah lari kesana kemari. Kosakatanya makin banyak. Lucunya kata Mobil, Apik dan Topi diucapkan hampir sama. Kata-kata dong (minta gendong) hampir menyerupai pengucapan huruf U. Kata-kata 'gak mau' menjadi gaya khasnya 'mau...mau' padahal dia bilangnya gak mau, sambil memalingkan wajah dan badannya.
Segala sesuatu indah pada waktunya. Saya hanya punya motifasi itu.
'Janganlah kamu kuatir akan apa yang kamu makan, kamu minum dan kamu pakai' Saya punya kekuatan karena Firman itu.
Tak terasa banyak hantaman mengalir di kehidupan saya. Berat! Sesak! Bahkan saya seperti tak bisa bernafas. Saya hanya bisa berucap "Gusti, paringi kulo kiat. Paringi kulo sabar"
Tapi memang Tuhan itu baik...baik sekali.
3 Minggu sebelum lebaran, saya kehilangan dompet dan hp. Di dalam dompet berisi ATM saya, ATM suami saya, KTP, SIM, surat-surat penting semua ada di situ, termasuk buku tabungan saya.
Pagi kehilangan, Malamnya Edgar demam tinggi dan muntah. Akh Tuhan memang menguji kami, tidak pernah Edgar sakit seperti ini. Kami bingung. Mau dibawa ke UGD, uang tinggal 7.500 di dompet suami saya. Ambil uang, ATM dua-duanya hilang. Saya lalu kompres Edgar, kipas saya nyalakan, saya biarkan suhu kamar dingin. Edgar saya telanjangi. Perut saya beri minyak kayu putih. Paginya masih demam dan muntah. Saya bikin labuh putih dikukus dengan gula batu. Lalu saya peras, airnya diminumkan. Tuhan sangat baik, Edgar sembuh. Demam langsung turun, dan tidak muntah lagi. Tuhan tahu kalau kami tidak punya uang.
Keesokan harinya, suami saya dapat rejeki. Satu minggu kemudian, saya dibelikan hp oleh suami saya. Thanks God. Janji Tuhan memang seperti fajar di pagi hari. Janji Tuhan memang tiada pernah berhenti bersinar. Di dalam keyakinan iman selalu ada pengharapan.
Saat ini memang hari-hari akan terasa berat berjalan. Namun jauh di lubuk hati saya, saya yakin...Tuhan akan memberi kado terindah yaitu kebahagiaan di masa mendatang. Seperti penantian saya 3 tahun, yaitu Edgar..dia kado terindah dari Tuhan.
Saya sedikit melow ya di postingan kali ini. ha..ha..
Btw...mohon maaf jarang update, karena ternyata memelihara banyak blog itu sudah. Thanks to God juga, karena usaha souvenir saya mulai berjalan walau pesanan masih satu, dua atau tiga. Kemarin ada teman yang pesan kaos untuk acara di organisasinya. Tapi untuk blocknote dan pulpen talinya gak jadi, karena udah ada donatur. Saya jadi lupa menulis...tak menghasilkan tulisan apapun dalam 4 bulan ini, kecuali puisi toilet ha..ha..
Dan...selamat beraktifitas, selamat bekerja....
Monday, September 10, 2007
ia
lagu itu mengalun lembut
mengingatkanku pada seseorang
ia yang tak ingin aku lupakan
ia yang selalu tersimpan bukan hanya pada hatiku
tapi juga tersimpan dalam seluruh organ tubuhku
namanya tak ingin aku buang
namanya, juga senyumnya
ingin aku bawa hingga ajal menjemput
walau hati sakit,
tapi ia tak bisa membuatku membencinya
ya .. aku tak bisa
tak pernah bisa membencinya dengan sengit
atau dengan dendam
aku sangat mencintainya, merindukannya
melebihi rinduku pada kekasih tidurku.
***
catatan kecil termenung diri saat di toilet kantor ^_^

