Setelah jeda entah lima bulan bahkan enam bulan lebih tak menulis, tiba-tiba saja semangat saya bangkit lagi ingin menulis. Iseng menengok file di kompi kantor, ternyata saya pernah membuat beberapa naskah terpotong yang tak saya teruskan. Anehnya salah satu file yang hanya berisi 2 halaman cerita itu merupakan cerita yang bagi saya cukup unik dan sedang trend di perfilman indonesia saat ini...yach apalagi kalau tidak bertema HOROR. Satu file lagi merupakan Novel anak yang sudah saya buat hingga 15 halaman entah kapan membuatnya saya tak tahu, yang pasti novel anak inipun terbengkalai tak terurus. Dan tiba-tiba saya punya ide tak terpikirkan sebelumnya, yaitu membuat kisah nyata dari seorang anak SMP yang pernah mengalami pahitnya hidup. Saya sendiri belum terpikir jauh hendak diberikan ke penerbit mana.
Masalah menulis itu sebenarnya masalah hobby, hanya saja memang kita butuh pengakuan...kita ingin tulisan kita bisa dibaca banyak orang. Kenyataannya untuk menembus penerbit itu susah. Walaupun saya tahu penerbit saat ini jumlahnya ratusan. Pesan dari teman-teman penulis sih, gak boleh putus asa..benar begitu? ^_^
Kabar Novel saya yang bertema chicklit di salah satu penerbit masih dalam proses baca. Novel saya yang bertema teenlit, sudah ditolak oleh salah satu penerbit karena dianggap tidak sesuai dengan visi dan misi penerbit. 5 Seri Pictorial Book saya ditolak salah satu penerbit juga, karena dianggap temanya sudah umum. Tuh kan...gak gampang ingin jadi penulis? ha..ha.. Semangat ririn!
Sabtu lalu (10 Nov) saya diminta jadi pembicara di Seminar Secretary: Challanges & Opportunities, tepatnya di Akademi Sekretaris Widya Mandala, tempat saya dulu kuliah. Intinya sih saya hanya sharing pengalaman saja pada adik-adik yang masih kuliah. Thanks God, acaranya sukses. Salah satu dosen bilang acaranya sukses, karena adik-adik yang masih kuliah itu mendengarkan seminar dengan serius. Gak biasanya mereka se-serius gitu. Saya pribadi senang banget berbagi pengalaman di sana, dan dari sana saya tahu kalau ada adik-adik yang ternyata juga hobby menulis seperti saya. Mereka minta info penerbit dari saya, mereka juga curhat bingung kirim naskah kumcer mereka kemana. Well...walau saya belum termasuk penulis sukses..walau saya masih penulis amatiran..saya bantu mereka sebisa mungkin.
Untuk teman-teman blogfam, saya juga promosiin buku kita lho yang FFF dan BAMDS yang diterbitin Gradien. Sebenarnya sih mereka minta aku nge-jual buku2 ini, tapi info mereka mendadak, jadi aku juga gak sempat untuk hubungin Pak Khun, ataupun teman-teman Blogfam.
Cerita tentang si kecil, sekarang makin pintar aja. Udah bisa menyanyi satu-satu aku sayang mama, sudah bisa gerak lagu topi saya bundar...duhh "mama really miss you babe.." gak tahan berlama-lama ninggalin Edgar, ingin sekali selalu meluk dan cium..habis baunya selalu wangi he..he..
So...Selamat beraktivitas ya..
Oh iya, ini foto Edgar (saat liburan lebaran bulan lalu)
Wednesday, November 14, 2007
Semangat baru ..
Tuesday, October 23, 2007
Jumpa lagi
Pada bulan yang segala rahmat dicurahkan
Ampunan ditawarkan
Ijinkan dengan kerendahan hati merajut tali
berkah dan salam
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin.
Tidak ada kata terlambat bukan? Biarlah waktu memang tertunda beberapa minggu, tapi tali silahturahmi tak pernah pupus. Bukan begitu?
***
Saya kembali dari libur panjang. Tepatnya sepuluh hari.
Menebus hari-hari saya yang hilang dari kehidupan Edgar.
Kebetulan sekali budhe yang momong Edgar, mudik. Jadilah saya menjelma sebagai ibu rumah tangga sejati.
Di kantor biasanya memandangi komputer setiap harinya. Di rumah saya bergelut dengan segala urusan rumah.
Mencuci, setrika, memasak, ngepel lantai dan yang utama menemani hari-hari Edgar dalam bermain.
Capek, tapi menyenangkan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pekerjaan budhe, selain momong Edgar, dia juga harus mengerjakan pekerjaan rumah..yang ternyata kalau dikerjakan tanpa henti memang gak ada selesainya. Saya salut banget dengan para Ibu rumah tangga sejati, Ibu rumah tangga yang tidak bekerja di kantor.Kenapa? Saya yang biasa merasakan bekerja, ternyata dalam waktu sepuluh hari bersama Edgar sendirian di rumah, merasa kesepian...dan pernah saya jenuh banget, ingat keluar rumah. Wah sayang, maafkan mama ha..ha..
Tapi, jangan pikir saya tidak berniat untuk menjadi Ibu rumah tangga sejati. Saya berniat...saya sangat berniat. Saya bahagia melihat Edgar tumbuh, melihat kepintarannya tiap hari, melihat manjanya dia manggil 'mama' saat bangun tidur. Saya bahkan meneteskan air mata melihat dia tidur sangat lelap. Saya teringat keluarga saya, yang memang akhir-akhir ini hubungan kami sangat jauh, makin jauh dan makin runyam. Maaf saya tak bisa menceritakan detailnya.
Tak terasa Edgar sudah lari kesana kemari. Kosakatanya makin banyak. Lucunya kata Mobil, Apik dan Topi diucapkan hampir sama. Kata-kata dong (minta gendong) hampir menyerupai pengucapan huruf U. Kata-kata 'gak mau' menjadi gaya khasnya 'mau...mau' padahal dia bilangnya gak mau, sambil memalingkan wajah dan badannya.
Segala sesuatu indah pada waktunya. Saya hanya punya motifasi itu.
'Janganlah kamu kuatir akan apa yang kamu makan, kamu minum dan kamu pakai' Saya punya kekuatan karena Firman itu.
Tak terasa banyak hantaman mengalir di kehidupan saya. Berat! Sesak! Bahkan saya seperti tak bisa bernafas. Saya hanya bisa berucap "Gusti, paringi kulo kiat. Paringi kulo sabar"
Tapi memang Tuhan itu baik...baik sekali.
3 Minggu sebelum lebaran, saya kehilangan dompet dan hp. Di dalam dompet berisi ATM saya, ATM suami saya, KTP, SIM, surat-surat penting semua ada di situ, termasuk buku tabungan saya.
Pagi kehilangan, Malamnya Edgar demam tinggi dan muntah. Akh Tuhan memang menguji kami, tidak pernah Edgar sakit seperti ini. Kami bingung. Mau dibawa ke UGD, uang tinggal 7.500 di dompet suami saya. Ambil uang, ATM dua-duanya hilang. Saya lalu kompres Edgar, kipas saya nyalakan, saya biarkan suhu kamar dingin. Edgar saya telanjangi. Perut saya beri minyak kayu putih. Paginya masih demam dan muntah. Saya bikin labuh putih dikukus dengan gula batu. Lalu saya peras, airnya diminumkan. Tuhan sangat baik, Edgar sembuh. Demam langsung turun, dan tidak muntah lagi. Tuhan tahu kalau kami tidak punya uang.
Keesokan harinya, suami saya dapat rejeki. Satu minggu kemudian, saya dibelikan hp oleh suami saya. Thanks God. Janji Tuhan memang seperti fajar di pagi hari. Janji Tuhan memang tiada pernah berhenti bersinar. Di dalam keyakinan iman selalu ada pengharapan.
Saat ini memang hari-hari akan terasa berat berjalan. Namun jauh di lubuk hati saya, saya yakin...Tuhan akan memberi kado terindah yaitu kebahagiaan di masa mendatang. Seperti penantian saya 3 tahun, yaitu Edgar..dia kado terindah dari Tuhan.
Saya sedikit melow ya di postingan kali ini. ha..ha..
Btw...mohon maaf jarang update, karena ternyata memelihara banyak blog itu sudah. Thanks to God juga, karena usaha souvenir saya mulai berjalan walau pesanan masih satu, dua atau tiga. Kemarin ada teman yang pesan kaos untuk acara di organisasinya. Tapi untuk blocknote dan pulpen talinya gak jadi, karena udah ada donatur. Saya jadi lupa menulis...tak menghasilkan tulisan apapun dalam 4 bulan ini, kecuali puisi toilet ha..ha..
Dan...selamat beraktifitas, selamat bekerja....
Monday, September 10, 2007
ia
lagu itu mengalun lembut
mengingatkanku pada seseorang
ia yang tak ingin aku lupakan
ia yang selalu tersimpan bukan hanya pada hatiku
tapi juga tersimpan dalam seluruh organ tubuhku
namanya tak ingin aku buang
namanya, juga senyumnya
ingin aku bawa hingga ajal menjemput
walau hati sakit,
tapi ia tak bisa membuatku membencinya
ya .. aku tak bisa
tak pernah bisa membencinya dengan sengit
atau dengan dendam
aku sangat mencintainya, merindukannya
melebihi rinduku pada kekasih tidurku.
***
catatan kecil termenung diri saat di toilet kantor ^_^
Thursday, August 02, 2007
Saya berbisnis
Akhirnya, saya update juga blog tercinta saya ini. Maaf teman-teman bukannya ririn yang sekarang ini sombong, tak mau nengok teman-teman lagi, gak mau blogwalking...bukan. Tapi ririn yang sekarang ini sok jadi orang sibuk jieeh.
Pernah gak sih kalian pernah punya pikiran ingin mengasuh anak di rumah? Pernah gak punya keinginan untuk melihat anak kita pintar tiap harinya. Dan inilah yang jadi pemikiran saya untuk memulai bisnis sendiri. Suatu kali tiba-tiba saya mendengar Edgar teriak "Mama kerja (Mama ja), Mama ada (kalau yang ini dia asli bisa jelas mama ada)" Saya seneng banget dan berceletuk. "Sayang kamu sudah pintar ya sekarang udah panggil mama, udah tahu mama kerja segala." Eh si budhe saya bilang "Wah iya sejak kemarin siang dia sudah pintar ngomong gitu." Soalnya Edgar paling fasih banget kalau panggil papa dan bilang apa.
Nah dari situlah saya merasa kehilangan moment-moment penting saya bersama Edgar. Saya merasa melewatkan hari-hari pertama dia 'bisa'. Bayangin aja jam tujuh pagi saya berangkat kerja, pulang sampai rumah jam 6 sore. Terkadang saya ada latihan paduan suara untuk tugas gereja. Lalu minggu pagi sampai sore saya harus melatih paduan suara di salah satu Univ di surabaya untuk persiapan wisuda.
Waktu saya untuk Edgar hampir tidak ada. Jadi ketika sampai rumah saya secepat kilat ambil langkah untuk mandi bersih, makan bentar lalu segera bermain dengan Edgar. Itupun efektifnya hanya 2-4 jam, terkadang kuran dari 4 jam. Tepat jam 9 malam atau kadang jam 8 malam Edgar sudah mengantuk dan tidur. Saya pun dapat berkomunikasi denganya start jam 5 pagi lagi. Duhh...bentar banget waktu saya melihat wajah imutnya.
Saya mencoba berbagai cara untuk bisa kerja di rumah. Dengan gaya sok prof, sok jago saya searching di internet. Saya mulai merambah dengan cara ppc (alias pay per click) idih...ternyata gituan banyak yang nipun alias spam. He..he..mulai merambah lagi dengan paid survey, paid review...halah hasilnya sih belum ada...lha waktunya juga jarang bisa konsen ^_^ Lalu dengan pedenya saya nyoba adsense special google tuh...
Semuanya nol. Kesimpulannya saya GOBLOK dan GAPTEK ^_^
Mikir2 kerja apa ya di rumah? Jadi penulis saat ini gak mungkin, komputer gak punya...emang nulis pake apa?he..he..Dan saya sudah kirim lho naskah ke 3 penerbit, belum ada kabar hingga 4 bulan ini hiks....
Ya sudah emang sekarang jalannya saya disuruh bersabar dulu.
Tapi sekarang saya sudah merintis bisnis kecil-kecilan teman...mau tahu?
Ya ... pokoknya bagi teman-teman yang mau married, ulangtahun atau butuh buat promosi perusahaan. Saat ini saya menjual souvenir...(jualan ni yeeee).
Kalau yang tinggal di Surabaya dan Sidoarjo, bisa kok saya kirim...mau lihat contoh2nya bisa juga saya datangi ke rumah. Yach ini merupakan pelayanan istimewa dalam kiat merayu pelanggan he..he..Untuk Surabaya Sidoarjo jika jadi pesen souvenir saya pengiriman gratis alias tidak dipungut biaya. Tapi bagi luar kota Sby Sidoarjo, ongkos kirim ditanggung sendiri yaaa...
Sementara saya belum buat blog atau websitenya. Ntar kalau saya sudah menfoto semua koleksi souvenir saya, baru deh saya pajang. Halah PROMOSI nih...
Apa saya masih pingin jadi penulis? Tentu dong...tetap semangat. Kalau souvenir saya sudah terkenal (hiks..semoga aja) maksudnya tuh laris manis, saya berencana merekrut karyawan dan saya hendak kerja sendiri di rumah. Nah kalau di rumah saya bisa punya waktu banyak bersama edgar dan punya waktu lebih untuk menulis.
Pas Ultah saya tangal 27 kemarin saya dapat kado istimewa dari Tuhan. Edgar bisa jalan. Sebenarnya sih Edgar udah bisa jalan dari usia 10, tapi pedenya dia tuh kurang. Alias kurang berani. Tiap kali dilepas nangis, maunya tangannya gandeng tangan mama. Tapi saya tahu, saya gak perlu maksa. Saya hanya memotivasi dia, memberi keyakinan agar dia percaya diri, agara dia gak ragu-ragu. Tiap kali saya libur, pasti saya latih untuk jalan dari saya ke papanya. Yaaa cukuplah 3-4 langkah. Akhirnya dia udah jalan. Bicaranya itu yang heeemmm lumayan masuk dalam kategori cerewet. he..he..
Apalagi ya yang belum saya ceritain? Besok2 lagi deh ceritanya disambung
c
Saturday, June 23, 2007
Empat tahun sudah
Aduhh lama sekali saya tidak meng-update blog tercinta saya ini. Lama juga saya tidak blogwalking ke teman-teman tercinta. Shofa, Dewi, Yaya, Vi3, Mbak Sa, duhh...banyak deh. Bukannya saya melupakan anda semua. Miss you a lot..pingin blogwalking. Tapi...saya sekarang lagi maruk cari duit. Halah..! He..he.. bener lho, lagi maruk cari duit. Sibuk kerja dan getol-getolnya nyari tambahan di internet. Apa bisa sih? Ya...mencoba membuktikan saja pengalaman seseorang yang katanya dia bisa dapat duit dengan isi survey, dengan hanya klik, dengan bla..bla..buktikan aja sih.
Saya juga lagi maruk nulis...halah. Nulis sana, nulis sini. Nyoba sana nyoba sini. Diterima enggaknya di penerbit ya itu urusan belakangan.
Gak terasa juga ternyata saya udah kelar edit chicklit saya yang akhirnya saya putuskan kirim ke GagasMedia. Ragu-ragu sih, saya gitu lhoo...si penulis karbitan, si penulis yang gak bisa apa-apa alias masih belajaran. Kok berani-beraninya kirim ke penerbit besar he..he.. Kata mereka sih buku saya akan dikabarin 3 bulan. Lama ya?
Terus Teenlit saya udah saya coba kirim ke Penerbit Andi, awalnya sih saya mau kirim ke Grasindo...tapi dengar-dengar di sana lagi ngantri banyak naskahnya. Penulis hebat aja ada yang baru 1 tahun dikabarin...
Terus 2 cerita anak saya saya coba kirim ke Penerbit Tiga Serangkai. Dan....teng..teng..satu naskah saya Seri Dongeng Puteri dan Pangeran ditolak. Ya benar! Saya dapat surat tanggal 18 Juni kemarin, karena Seri tersebut dianggap sama dengan cerita-cerita dongeng lainnya. Mereka bilang sih pesan moralnya ada, juga cocok dengan misi Tiga Serangkai yaitu Keislaman, runut dan rapi cara penyampaiannya..tapi ya itu deh. Gak papa..dunia gak berhenti kan kalau ditolak he..he.. harus berjuang lagi dong!!
Edgar 11 Juni kemarin Ultah ke 1. Dan saya 15 Juni kemarin Ultah Pernikahan ke-4. Empat tahun sudah saya hidup berumah tangga dan satu tahun sudah saya hidup bertiga bersama Edgar.
Banyak suka duka saya alami. Tapi sejak kehadiran Edgar di perut saya, saya banyak diuji kesabaran. Berbagai tempaan datang silih berganti tanpa bisa saya menolaknya. Pernah saya putus asa...Sangat! Tapi kekasih saya berkata "Ma, kalau kamu putus asa lihatlah Edgar" dia memang benar. Cuma Edgarlah yang membuat saya tegar dengan tempaan-tempaan itu.
Duuuuh kok jadi melow gini ya?
Oh iya..jangan kaget kalau Edgar belum berani jalan sendiri he..he..apakah Edgar termasuk lambat? Tidak kan? Saya baca di internet dan tanya sana-sini sih..anak bisa jalan sendiri maksimalnya usia 14 bulan. Kakak sepupu saya malah senyum ketika saya cerita Edgar belum berani jalan dilepas sendiri..alias selalu minta titah. Karena Ellen anaknya dia baru bisa jalan usia 22 bulan.
Sebenarnya berdiri sendiri, merambat Edgar sudah biasa...tetapi saya amati Edgar punya keyakinan bahwa kalau tangannya tidak memegang sesuatu dia akan jatuh. Kemarin saya coba pelan-pelan tangan saya, saya lepas. Dan dia bisa berdiri tanpa berpegangan dan jalan 3 langkah. Ya cukuplah kemajuan bagi saya he..he..
Dan ...teng..teng...inilah foto-foto Edgar dengan gayanya di sepeda.



