Monday, September 10, 2007

ia

lagu itu mengalun lembut
mengingatkanku pada seseorang
ia yang tak ingin aku lupakan
ia yang selalu tersimpan bukan hanya pada hatiku
tapi juga tersimpan dalam seluruh organ tubuhku

namanya tak ingin aku buang
namanya, juga senyumnya
ingin aku bawa hingga ajal menjemput

walau hati sakit,
tapi ia tak bisa membuatku membencinya
ya .. aku tak bisa
tak pernah bisa membencinya dengan sengit
atau dengan dendam

aku sangat mencintainya, merindukannya
melebihi rinduku pada kekasih tidurku.

***
catatan kecil termenung diri saat di toilet kantor ^_^

Thursday, August 02, 2007

Saya berbisnis

Akhirnya, saya update juga blog tercinta saya ini. Maaf teman-teman bukannya ririn yang sekarang ini sombong, tak mau nengok teman-teman lagi, gak mau blogwalking...bukan. Tapi ririn yang sekarang ini sok jadi orang sibuk jieeh.

Pernah gak sih kalian pernah punya pikiran ingin mengasuh anak di rumah? Pernah gak punya keinginan untuk melihat anak kita pintar tiap harinya. Dan inilah yang jadi pemikiran saya untuk memulai bisnis sendiri. Suatu kali tiba-tiba saya mendengar Edgar teriak "Mama kerja (Mama ja), Mama ada (kalau yang ini dia asli bisa jelas mama ada)" Saya seneng banget dan berceletuk. "Sayang kamu sudah pintar ya sekarang udah panggil mama, udah tahu mama kerja segala." Eh si budhe saya bilang "Wah iya sejak kemarin siang dia sudah pintar ngomong gitu." Soalnya Edgar paling fasih banget kalau panggil papa dan bilang apa.

Nah dari situlah saya merasa kehilangan moment-moment penting saya bersama Edgar. Saya merasa melewatkan hari-hari pertama dia 'bisa'. Bayangin aja jam tujuh pagi saya berangkat kerja, pulang sampai rumah jam 6 sore. Terkadang saya ada latihan paduan suara untuk tugas gereja. Lalu minggu pagi sampai sore saya harus melatih paduan suara di salah satu Univ di surabaya untuk persiapan wisuda.
Waktu saya untuk Edgar hampir tidak ada. Jadi ketika sampai rumah saya secepat kilat ambil langkah untuk mandi bersih, makan bentar lalu segera bermain dengan Edgar. Itupun efektifnya hanya 2-4 jam, terkadang kuran dari 4 jam. Tepat jam 9 malam atau kadang jam 8 malam Edgar sudah mengantuk dan tidur. Saya pun dapat berkomunikasi denganya start jam 5 pagi lagi. Duhh...bentar banget waktu saya melihat wajah imutnya.

Saya mencoba berbagai cara untuk bisa kerja di rumah. Dengan gaya sok prof, sok jago saya searching di internet. Saya mulai merambah dengan cara ppc (alias pay per click) idih...ternyata gituan banyak yang nipun alias spam. He..he..mulai merambah lagi dengan paid survey, paid review...halah hasilnya sih belum ada...lha waktunya juga jarang bisa konsen ^_^ Lalu dengan pedenya saya nyoba adsense special google tuh...
Semuanya nol. Kesimpulannya saya GOBLOK dan GAPTEK ^_^
Mikir2 kerja apa ya di rumah? Jadi penulis saat ini gak mungkin, komputer gak punya...emang nulis pake apa?he..he..Dan saya sudah kirim lho naskah ke 3 penerbit, belum ada kabar hingga 4 bulan ini hiks....
Ya sudah emang sekarang jalannya saya disuruh bersabar dulu.

Tapi sekarang saya sudah merintis bisnis kecil-kecilan teman...mau tahu?
Ya ... pokoknya bagi teman-teman yang mau married, ulangtahun atau butuh buat promosi perusahaan. Saat ini saya menjual souvenir...(jualan ni yeeee).
Kalau yang tinggal di Surabaya dan Sidoarjo, bisa kok saya kirim...mau lihat contoh2nya bisa juga saya datangi ke rumah. Yach ini merupakan pelayanan istimewa dalam kiat merayu pelanggan he..he..Untuk Surabaya Sidoarjo jika jadi pesen souvenir saya pengiriman gratis alias tidak dipungut biaya. Tapi bagi luar kota Sby Sidoarjo, ongkos kirim ditanggung sendiri yaaa...
Sementara saya belum buat blog atau websitenya. Ntar kalau saya sudah menfoto semua koleksi souvenir saya, baru deh saya pajang. Halah PROMOSI nih...

Apa saya masih pingin jadi penulis? Tentu dong...tetap semangat. Kalau souvenir saya sudah terkenal (hiks..semoga aja) maksudnya tuh laris manis, saya berencana merekrut karyawan dan saya hendak kerja sendiri di rumah. Nah kalau di rumah saya bisa punya waktu banyak bersama edgar dan punya waktu lebih untuk menulis.

Pas Ultah saya tangal 27 kemarin saya dapat kado istimewa dari Tuhan. Edgar bisa jalan. Sebenarnya sih Edgar udah bisa jalan dari usia 10, tapi pedenya dia tuh kurang. Alias kurang berani. Tiap kali dilepas nangis, maunya tangannya gandeng tangan mama. Tapi saya tahu, saya gak perlu maksa. Saya hanya memotivasi dia, memberi keyakinan agar dia percaya diri, agara dia gak ragu-ragu. Tiap kali saya libur, pasti saya latih untuk jalan dari saya ke papanya. Yaaa cukuplah 3-4 langkah. Akhirnya dia udah jalan. Bicaranya itu yang heeemmm lumayan masuk dalam kategori cerewet. he..he..

Apalagi ya yang belum saya ceritain? Besok2 lagi deh ceritanya disambung
c

Saturday, June 23, 2007

Empat tahun sudah

Aduhh lama sekali saya tidak meng-update blog tercinta saya ini. Lama juga saya tidak blogwalking ke teman-teman tercinta. Shofa, Dewi, Yaya, Vi3, Mbak Sa, duhh...banyak deh. Bukannya saya melupakan anda semua. Miss you a lot..pingin blogwalking. Tapi...saya sekarang lagi maruk cari duit. Halah..! He..he.. bener lho, lagi maruk cari duit. Sibuk kerja dan getol-getolnya nyari tambahan di internet. Apa bisa sih? Ya...mencoba membuktikan saja pengalaman seseorang yang katanya dia bisa dapat duit dengan isi survey, dengan hanya klik, dengan bla..bla..buktikan aja sih.
Saya juga lagi maruk nulis...halah. Nulis sana, nulis sini. Nyoba sana nyoba sini. Diterima enggaknya di penerbit ya itu urusan belakangan.

Gak terasa juga ternyata saya udah kelar edit chicklit saya yang akhirnya saya putuskan kirim ke GagasMedia. Ragu-ragu sih, saya gitu lhoo...si penulis karbitan, si penulis yang gak bisa apa-apa alias masih belajaran. Kok berani-beraninya kirim ke penerbit besar he..he.. Kata mereka sih buku saya akan dikabarin 3 bulan. Lama ya?
Terus Teenlit saya udah saya coba kirim ke Penerbit Andi, awalnya sih saya mau kirim ke Grasindo...tapi dengar-dengar di sana lagi ngantri banyak naskahnya. Penulis hebat aja ada yang baru 1 tahun dikabarin...
Terus 2 cerita anak saya saya coba kirim ke Penerbit Tiga Serangkai. Dan....teng..teng..satu naskah saya Seri Dongeng Puteri dan Pangeran ditolak. Ya benar! Saya dapat surat tanggal 18 Juni kemarin, karena Seri tersebut dianggap sama dengan cerita-cerita dongeng lainnya. Mereka bilang sih pesan moralnya ada, juga cocok dengan misi Tiga Serangkai yaitu Keislaman, runut dan rapi cara penyampaiannya..tapi ya itu deh. Gak papa..dunia gak berhenti kan kalau ditolak he..he.. harus berjuang lagi dong!!

Edgar 11 Juni kemarin Ultah ke 1. Dan saya 15 Juni kemarin Ultah Pernikahan ke-4. Empat tahun sudah saya hidup berumah tangga dan satu tahun sudah saya hidup bertiga bersama Edgar.
Banyak suka duka saya alami. Tapi sejak kehadiran Edgar di perut saya, saya banyak diuji kesabaran. Berbagai tempaan datang silih berganti tanpa bisa saya menolaknya. Pernah saya putus asa...Sangat! Tapi kekasih saya berkata "Ma, kalau kamu putus asa lihatlah Edgar" dia memang benar. Cuma Edgarlah yang membuat saya tegar dengan tempaan-tempaan itu.
Duuuuh kok jadi melow gini ya?

Oh iya..jangan kaget kalau Edgar belum berani jalan sendiri he..he..apakah Edgar termasuk lambat? Tidak kan? Saya baca di internet dan tanya sana-sini sih..anak bisa jalan sendiri maksimalnya usia 14 bulan. Kakak sepupu saya malah senyum ketika saya cerita Edgar belum berani jalan dilepas sendiri..alias selalu minta titah. Karena Ellen anaknya dia baru bisa jalan usia 22 bulan.
Sebenarnya berdiri sendiri, merambat Edgar sudah biasa...tetapi saya amati Edgar punya keyakinan bahwa kalau tangannya tidak memegang sesuatu dia akan jatuh. Kemarin saya coba pelan-pelan tangan saya, saya lepas. Dan dia bisa berdiri tanpa berpegangan dan jalan 3 langkah. Ya cukuplah kemajuan bagi saya he..he..

Dan ...teng..teng...inilah foto-foto Edgar dengan gayanya di sepeda.





Monday, June 04, 2007

Hampir satu tahun


Kemarin, rasanya aku masih hamil.
Kemarin juga rasanya aku masih merasakan tendangan-tendangan hebat di perutku.
Rasanya kemarin..tapi kok tiba-tiba janin di perut ini sudah menjadi sosok yang menggemaskan. Pangeran mungilku ini hampir satu tahun.

Edgar sudah mau ultah, tapi siapa sangka penyakit datang tiba-tiba.
Pengasuh Edgar jatuh terpeleset, ketika itu Edgar digendongnya. Sang Pengasuh ini yang tak lain adalah budhe saya, tak bisa berjalan setelah jatuh..sampai-sampai ditolong pembantu tetangga untuk pergi ke tukang pijat.
Dan kamis malam 31 Mei kemarin Edgar langsung batuk dan demam tinggi disertai muntah.

Tanggal 1 pas hari libur, ternyata budhe dapat kabar dari desa bahwa anaknya yang kelas 2 SMP menghilang. Budhe berpamitan sabtu hendak pulang kampung. Sabtu saya bolos kerja. Dan sabtu itu Edgar makin parah aja batuknya. Tiap kali batuk dia pasti nangis, terus muntah dan juga demam tinggi.

Tgl 2, minggu pagi saya bawa edgar pijat ke budhe (kakak bapak) yang memang sudah mijat edgar dari bayi. Kata budhe "Pantas aja budhe yang mengasuh sampe gak bisa jalan...ini lho bayi segini kesleo sampe tiga tempat, parah gini. Walau diberi obat penurun panas ya tetap panas."

Dari Bapak mertua dibikinkan ramuan daun belimbing wuluh, kapulogo diberi gula batu dan entah apalagi lupa. Edgar minum ramuan itu...tok cer banget. Batuknya sedikit berkurang.

Pagi ini Edgar sudah baikan.

Saturday, May 05, 2007

Antara dongeng dan kenyataan.

Saya selalu sedikit kesal jika ada beberapa orang bertanya "Rin, rumahmu di Sidoarjo ya?" Ini sih gak masalah. "Wah habis ini rumahmu kena lumpur lho. Kenapa sih kamu beli rumah di Sidoarjo? Kok gak cari di Surabaya aja? Habis ini kamu ngungsi deh ke Surabaya lagi?"
Tahu gak kesannya? Kesannya kok menyalahkan mengapa saya ambil rumah di Sidoarjo. Kesannya kok seperti bilang 'ihhh enak di surabaya lhooo kita gak kena lumpur'.

Well...siapa sih yang bisa meramalkan masa depan kita sendiri? Anda? Sayapun tak bisa. Saya juga sebagian pendatang di Sidoarjo mengambil perumahan di sana karena di sana selain harga tidaklah terlalu mahal dibanding perumahan di Surabaya, udaranya nyaman, airpun mudah didapat dan jernih dibanding perumahan di Gresik.
Saya dan semua pendatang di sana, tidak pernah tahu akan datangnya musibah yang terkenal dengan 'LUSI' Lumpur Sidoarjo.

Apakah saya pernah kuatir terhadap keberadaan lumpur ini? Tentu..saya kuatir. Saya resah. Jarak rumah saya dengan pusat lumpur hanya sekitar 7 Kilo.
Apalagi ketika beberapa teman bersama saya membahas searching kita di Internet tentang Dongeng Geologi. Sebut saja pakar Jepang (cerita dari kakak sepupu) meramalkan suatu saat Sidoarjo ambles sampai daerah alun-alun (artinya rumah saya juga kena) lalu akan ada air bah lumpur hingga Waru (artinya hampir mencapai kota Surabaya).
Hasil bacaan saya... Mama Lorent sang peramal mengungkapkan dalam 5 bulan ke depan Sidoarjo tenggelam. Beberapa pakar juga mengatakan..ini warning karena ada lumpur..dibanding di negara India yang tiba2 dalam semalam saja satu desa hilang. Lumpur Lapindo akan berlangsung hingga 31 tahun
Hasil bacaan teman saya.. Lempengan Lumpur Lapindo berkaitan dengan Lempengan di Gunung Anyar (daerah Medokan) dan artinya sudah di Surabaya dekat dengan tempat kerja saya di Ubaya.
Teman-teman saya menyebutnya dengan Dongeng Geologi....
Tapi..benarkah ini hanya sebuah dongeng? Ataukah ini akan jadi nyata?

Saat ini saya juga beberapa teman di Sidoarjo berkata "Pasrah..apa kata Tuhan nanti." Satu kata itu merupakan semangat penghiburan bagi saya.

Saya prihatin dengan penanganan Lumpur yang terlambat dari Pemerintah. Mentang-mentang yang punya Lapindo masih pejabat, Pemerintah tak segera bertindak.
Trenyuh juga melihat korban Lapindo yang mengungsi. Dan herannya...tak banyak orang simpati pada mereka, dibandingkan dengan musibah2 yang lain. Padahal mereka juga butuh makan, air bersih, kesehatan (obat-obatan). Begitu juga dengan para karyawan yang terkena PHK karena pabrik tempat mereka bekerja tergenangi oleh lumpur.

Banyak berita yang mengatakan dampak Lapindo nantinya bukan saja dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur yang sekarang perekonomiannya turun hingga 1.5%. Dampak Lapindo bisa meluas menyerang perekonomian Indonesia. Jadi..masihkah anda merasa beruntung dan senang karena anda tidak tinggal di Sidoarjo?

Lapindo ternyata juga membuka lahan baru bagi para pengangguran. Gak percaya? Coba anda datang ke arel Lapindo..di sana akan ada tukang ojek yang akan mengantar anda untuk melihat Lapindo yang ternyata tiap harinya tak pernah sepi. Gila kan? Ternyata tempat itu difungsikan juga sebagai obyek wisata. Nah lhoo..kok kesannya mereka suka melihat suatu tragedi yang menyengsarakan rakyat? Gak..gak...intinya mereka ini kebanyakan penasaran dengan bentuknya Lapindo. Termasuk teman saya...yang sampe bela2in kesana bawa suami dan anaknya yang masih usia 9 bulan. Anda juga jangan kaget jika begitu masuk areal Sidoarjo bagi anda yang bawa mobil akan dihadang beberapa orang, mereka menawarkan diri sebagai penunjuk jalan / joki. Untuk tukang ojek sekitar Lapindo katanya bisa mengantongi 35 ribu per orang. Untuk Joki bisa bekisaran 40-50ribu berdarkan tawar menawar.
Pasti anda akan bertanya..kenapa pakai penunjuk jalan? Yaaa karena sejak ada lapindo otomatis jalan menuju Malang/Pandaan ditutup, nah si Joki inilah yang lihai menunjukkan jalan2 alternatif untuk keluar dari kemacetan akibat lumpur.

Berikut ini beberapa foto Lapindo yang membuat miris...

Lapindo membanjiri rumah penduduk..pabrik dan areal persawahan

Asap Lapindo yang makin mengganas
Jalan tol yang sekarang tak lagi berfungsi, tak bisa digunakan
Genangan lumpur makin meluas, bahkan sudah seperti lautan


Foto-foto lain di Detik.com :
  1. Semburan Lumpur Panas Hitam
  2. Mesin Tak Kuasa Sedot Lumpur
  3. Melaju Di Tol Lumpur Gas
  4. Dusun Yang Penuh Lumpur
  5. Lautan Lumpur di Jatirejo
  6. Foto From JRK Indonesia