"Jojo merengek-rengek minta maaf padaku atas perlakuannya terhadapku kemarin!"
Nina tiba-tiba membuka percakapannya dengan Serly.
"Lalu, apa jawabanmu?" tanya Serly.
"Sakit hati ini Ser, aku belum bisa memaafkan. Aku dijelek-jelekkan di hadapan umum! Aku digosipin yang nggak-nggak, yang tidak pernah aku lakukan!"
"Bagaimanapun sakit itu, cobalah memaafkan dia!"
"Gak bisa Ser..gosip sudah beredar...!"
"Terus kenapa kalau sudah beredar?"
"Ya itulah Ser, aku tidak akan dan tidak mau memaafkan dia, karena sudah beredar dan tersebar kemana-mana. Aku gak bisa terima, gara-gara dia teman-teman menjauh. Mereka kira aku jalan beneran sama om-om. Padahal itu kan paman aku!"
== ## == ## ==
"Ser tunggu.." Jojo berlari ke arah Serly
"Ya ada apa?"
"Bisa minta tolong?"
"Bisa jo..tapi jangan yang berat-berat ya!"
"Tolong rayu si Nina dong! Supaya dia mau memaafkan aku!"
"Rasanya sulit ya jo..dia masih sakit hati"
"Apapun aku lakukan deh Ser..agar dia bisa menerima maafku. Aku merasa bersalah nihh!"
"Coba deh nanti kamu lakukan di rumah ya.. pertama ambil kapas yang ada di dalam bantal kamu, setelah itu kamu sebarkan selama perjalanan dari rumah kamu menuju ke kampus. Setelah sampai kampus, kamu telusuri lagi dan ambil kembali kapas2 yang sudah kamu sebar!"
"Idih Serly, kamu ada-ada aja. Impossible lagi! Gak mungkin! Pastilah kapas-kapas itu sudah hilang entah kemana atau mungkin ditiup angin.
"Jadi kesimpulannya jo.. kamu tidak bisa melakukan apapun! Tunggu saja maaf dari Nina. Kenapa? Karena seperti halnya kapas-kapas itu, gosip yang sudah kamu ungkapkan telah beredar tanpa bisa kamu kontrol untuk ditarik kembali."
Tuesday, April 26, 2005
Gosip
Saturday, April 02, 2005
Chatting
boy_000 : hi
itsme_bo: hi
boy_000 : asl plz
itsme_bo: f/indo/24, u?
boy_000 : m/india/26, wanna chat?
itsme_bo: sure..
boy_000 : what are u doing now?
itsme_bo: I am working..
boy_000 : do u have bf?
itsme_bo: yes, 5 best friends.
boy_000 : No, i means boy freinds, special friends.
itsme_bo: no
boy_000 : its mean ... you never do sex.
itsme_bo: sex?
boy_000 : Yes SEX..I want talk about this topic.
itsme_bo: i don't like 'sex' topic
boy_000 : ok, bye!!
rudy yang ternyata berinisial itsme_bo, tersenyum sambil berucap. "Gila..gw ngomongin sex sesama cowok..gak lahhh...he..he.. percaya aja dia gw ngaku female!"
aida : hallo yoko, gimana kabar?
yoko : kabar baik, say.. kamu sendiri?
aida : baik juga... say i miss u!
yoko : miss u too, honey!
aida : kadonya bagus lho! thanks ya buat kadonya, i suka banget gaun ini!
yoko : u'r welcome honey.. semoga gaunnya dipake terus.
aida : sure, ini kan kado dari my honey! say, bisa gak kita ketemu?
yoko : ketemu? mana mungkin honey..i sibuk kerja!
aida : sama2 di jakarta, masih bisa ketemu say..masak gak mau usaha?
yoko : :)
aida : lho kok cuma senyum sih?
yoko : ntar i pikir2 dulu honey, i hrs lihat agenda.
aida : i tunggu lho kabarnya!
yoko : sure honey..minggu bsk i beri kabar!
"sam..lo ngapain sihhh keliatan sibuk?" teddy tiba-tiba berteriak memanggil Sam.
"Diam lo.. gak lihat apa gw lg sibuk?" jawab sam.
"Tuhhh kan lo chating lagi, ma aida lagi kan? cepetan tuhh tutup tuh Y!, bini sama anak lo udah nunggu di luar!" ucap teddy.
"Hahhh? ngapain dia kesini?" sam berteriak terkejut.
"Nah dia cerita katanya lo gak pamit pas keluar rmh tadi. So dia nyari kesini. Anak lo sakit tuhhh!" jawab teddy.
Sam meninggalkan komputer teddy, yang masih menyala dengan panggilan manis aida.
aida: are u still there honey??
aida: honey?? plz reply...
Wednesday, March 30, 2005
Kasih Ibu Sepanjang jalan (ke-dua)
"Mi ...ini sekedar bantu mami buat bayar listrik, atau bayar telepon" ucapku suatu pagi dengan menyodorkan uang yang jumlahnya memang tidak banyak.
"Udah simpan saja sana, tabung buat masa depan. Siapa tahu besok-besok kamu bisa beli rumah dari hasil jerih payah kerja kamu! Ibu gak bisa kasi kamu apa2, kecuali ilmu saja." jawab Ibu dengan suara perlahan.
"Lhoo mami kan harus bayar uang kuliahnya adek, belum lagi biaya belanja dan juga pengeluaran setiap bulannya yang besar. Ditambah listrik dan lain2, lagian Bapak kan udah pensiun!" pintaku mencoba meyakinkan agar menerima uang itu.
"Ibu memang defisit setiap bulannya. Tapi Ibu percaya sama Tuhan, Tuhan pasti atur rejeki Ibu. Lagian Ibu masih kerja!" Ibu menjawab dengan tersenyum, tapi wajahnya terlihat pucat.
"mi..sakit lagi ya?" tanyaku.
"ya, kamu tahu sendiri sejak operasi kanker dan tumor empat tahun lalu, kondisi kesehatan ibu kan selalu menurun! Ibu bingung rin, meski diapain lagi badan ini, Ibu udah bosan berobat, udah bosan keluar masuk rumah sakit!" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"mi, yang sabar. Banyak doa aja, gak mungkin lah Tuhan kasih cobaan melebihi batas kemampuan kita!" jawabku mencoba menghiburnya. Tapi jauhh di lubuk hatiku aku ikut menangis mendengar jeritan hatinya.
"Tapi rin, kini Ibu merasakan sakit lain lagi, tepatnya di bagian payudara. Ibu takuuuut sekali, ibu diminta oleh pihak yayasan kanker untuk biopsi. Bagaimana ya?" tanyanya padaku.
"Coba mami konsultasi aja dulu sama dokter pribadi mami yang notabene dokter askes yang sudah bertahun-tahun menangani mami!" jawabku mencoba tenang, padahal dadaku bergetar hebat mendengar kabar mengejutkan dari Ibu aku ini.
Lagi-lagi aku begitu memuji dan mengagumi kasih Ibu. Kasihnya tidak pernah berhenti, pudar atau lekang oleh waktu. Walau aku sudah bekerja, ia masih memperlakukan aku dengan kasih dan kemanjaan, walau aku pernah salah dan membantah.. ia memaafkan jauhhh sebelum aku meminta maaf.
Friends, jangan sakiti hati ibu kamu ya...kamu akan menyesal nantinya!
(bagi yang belum pernah baca 'Kasih Ibu sepanjang jalan (ke-satu), ada di postingan aku paling awal.
30 maret 2005
dari yang lagi kuatir akan ibu tersayang,
ririn
Saturday, March 19, 2005
Kematian
Tepatnya tanggal 10 Maret, inbox email aku tertulis "Berita Duka". Daripada penasaran langsung aja aku click.
Shock banget ngedengarnya. Gimana gak? Yang meninggal itu ternyata kakak kelas aku waktu aku kuliah di Akse. Si Mbak ini pernah jadi Ketua Senat, dia aktif banget, udah gitu belum nikah lagi.
Aku sempat nanya dalam hati "Kenapa sih Tuhan ambil dia, di usianya yang masih muda?"
Aku jadi ingat kematian sohib aku dua tahun yang lalu, ingat dia jadi sedihhhh banget.
Kata orang sih "Kematian itu bak pencuri di siang hari, yang kedatangannya gak bisa diduga", makanya kita manusia disarankan bahkan diwajibkan banyak2 berbuat baik. Buat apa sihhh? Katanya untuk nabung di akhirat sana, supaya kalau kita sewaktu-waktu dipanggil menghadapNya kita siap.
Jika seseorang bertanya padamu "Kamu pernah mengalami kematian atau tidak?"
Apa sih yang akan kamu jawab??
Pernah ada seseorang berkata padaku "sebenarnya kamu juga pernah mengalami kematian, tapi kamu tidak sadar akan hal itu!"
Aku berpikir panjang, dan aku berpikir lama. Secara nyata, aku pernah mengalami kepedihan atas kematian seseorang yang aku sayangi ya sohib aku, juga kakek aku. Tetapi jika aku yang dinyatakan mengalami kematian rasanya memang aku belum pernah mengalami apa yang disebut mati.
Seorang tersebut bertanya lagi padaku, "apa kamu pernah membenci seseorang hingga kamu tidak menyapanya atau tidak mau memaafkan segala kesalahannya?"
Sure...aku jawab pernah.
"Apa kamu pernah bersikap egois dan ingin menang sendiri dalam beberapa hal?"
Dan jawabanku adalah 'PERNAH'...manusiawi banget gitu..semua pernah merasakan juga bukan?
Ia berkata.."Ya itulah, kamu sudah mengalami kematian!"
Saat suami berselingkuh dari istrinya, saat kekasih menghianati cinta kekasihnya, saat sahabat tidak memaafkan kesalahan sahabatnya..mereka telah mengalami kematian.
Kematian dari dalam diri, bukan kematian dalam arti sesungguhnya.
Swear..aku baru faham. Dan jujur banget, aku gak mau lagi mengalami kematian.
Tetapi untuk kematian secara sesungguhnya...siapa yang bisa menolak kuasa Tuhan?
Kematian menjadi satu kata yang mengerikan bahkan momok bagi tiap insan di dunia ini, sedikit sekali orang yang faham bahwa kematian adalah rangkaian dari kehidupan. Ada kelahiran berarti ada kematian, seperti adanya awal dan akhir.22 Maret 2005
Wednesday, March 09, 2005
Kakak Sepupu
Siapa sih difoto ini? yang pasti jawabannya bukan tetanggaku, bukan musuh besarku dan juga bukan artis terkenal.
Foto ini adalah foto anak dari kakak laki-laki mami aku. Dia tuh profesi-nya seorang Pastor atau disebut juga Romo. Aku sendiri juga heran, tampang ganteng-ganteng macam dia memutuskan untuk menjadi seorang Romo yang notabene tidak boleh menikah. But..itu namanya panggilan.
Kakak sepupu aku yang satu ini orangnya baik, cepet akrab. Walaupun sekarang ini dia sedang study di Italia selama satu tahun, dia selalu menyempatkan diri untuk bercerita lewat email, sms atau telepon ke rumah. Padahal dipikir-pikir aku dan mami aku bukan keluarga aslinya (maksudnya tuhhh mama yg ngelahirin dia or adik kandungnya).
Udah satu tahun dia di sana, gak tahu berapa lama lagi dia harus menghabiskan masa studynya. Tetapi dia bercerita mungkin cukup lama, karena ijazah S2-nya yang udah ia tempuh di Indonesia tidak diakui di sana. So, dia harus tempus S2 dulu baru S3.
Minggu kemarin dia telepon selama satu jam. Aku sempat kelabakan dan tanya "Mas, gak kelamaan? Nanti habis banyak lho..." Tapi jawabannya sungguh mengejutkan.
"Gak, tenang aja. Untuk telepon ke Surabaya selama satu jam hanya menghabiskan 50 ribu rupiah, lebih murah lagi kalau telepon ke Jakarta dek. 50ribu itu bisa sampe dua jam" jawabnya.
Wahhh...kapan ya Indonesia bakal bisa seperti itu?? he..he.. interlokal aja habisnya banyak, apalagi international?
Kata Mas Agus (aku manggilnya mas agus, tapi orang2 pada manggil Romo Heru :))
di Itali kalau lagi musim panas, matahari terbenamnya jam 10 malam, sampai2 dia lupa makan malam, karena saat jam 8 malam, seperti jam 12 siang.
Lain lagi kalau musim dingin, suhunya bisa minus hingga 5 derajat celcius..wuihh gak bisa kebayang.
Mungkin kalau aku di sana bisa mati kedinginan hiks :)
Yachhh...itu aja sekelumit cerita tentang kakak aku yang manis ini...