Dear Friends,
Tiada yang sempurna di dunia ini
Tiada yang tak berdosa di fana ini
Tiada juga yang tak bersalah di bumi tercinta ini
dengan keikhlaskan hati
kerendahan diri
instropeksi diri
aku berserah hati dan ingin berteriak
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Selamat Idul Fitri 1427 H, bagi teman-teman yang merayakannya.
Mohon maaf juga bakal absent dari dunia maya sejak tanggal 23 Oktober sampai dengan 3 November 2006.
Salam hangat,
Mama, Edgar dan tak lupa papa he..he..
Tuesday, October 17, 2006
Mohon Maaf ...
Tuesday, September 19, 2006
Kekasih Baru
Kau tahu? aku jatuh cinta.
Kau WAJIB TAHU!
Aku bukan saja jatuh cinta,
tapi aku sudah cinta mati.
Rasa itu mengalir tiada berhenti,
memenuhi sel-sel darahku.
Kau tahu siapa yang kucinta?
dia!
kekasih baruku
impian hatiku
dan sorga dari hidupku
Kekasih baruku
mengisi kisi-kisi kekosongan ruang jiwa
melengkapi bagian dari raga
memberikan penghiburan tiada tara
Ia tampan .. sangat tampan
senyumnya begitu memikat
hingga aku mabuk tak terkira
hingga aku lupa daratan
Ia menggemaskan
ia mempesona
ya..sungguh ia begitu polos dan lugu
dibandingkan manusia dari separuh dunia
Ia bukan saja kekasih
ia juga belahan jiwa
Nyawaku..nafasku
di raganya mengalir darahku
Kekasih baruku
yang kuraih dengan air mata
yang kucapai dengan impian
yang kudapat dengan perjuangan meregang nyawa
Kekasih baruku adalah mujizat!!
Ia adalah keajaiban
Wujud dari cinta Tuhan
I love you, Edgar!!
>.|.Hai! Hallo.|.<
>.|.Jangan diganggu, aku lagi bobok!.|.<
>.|.Lagi mandi bola.|.<
>.|.Tolong ambilin baju dong! Ntar masuk angin?.|.<
** Kabar terbaru dari titin **
Sungguh banyak cerita menarik di semua kejadian yang berhubungan dengan Titin. Seperti mulai dari awal kecelakaan yang katanya saat itu titin keluar karena ingin membeli buku tamu, hal inilah yang membuat adik iparku merasa bersalah.
Cerita menarik juga disampaikan para suster. Ketika titin lewat masa kritis, tiba2 tangannya meraba rambut dan dia minta pulpen & kertas. Di situ ia menuliskan "Suster2 yang cantik kenapa kepala saya dibotakin? Padahal minggu depan saya mau pakai kebayak.Tolong kasih saya resep penumbuh rambut yang cepat"
Dokterpun juga ditanyain, lalu dokter bilang "Febri (nama panggilan titin di tempat kerjanya) obat penumbuh rambut sudah saya masukkan bersama infus.
Titin sudah mengabdi di RS. Husada Utama Surabaya sejak Rumas sakit tersebut belum beroperasi.
Ada kejadian menarik, menggelitik dan tak percaya jika tak mengalaminya sendiri.
Seorang satpam RS.Husada di pintu masuk A manggut2 sambil senyum ketika melihat mobil Mercy memasuki RS Husada, dan keluarlah Dokter dari mobil itu. Saat itu jam 1 dinihari. Teman2 si satpam di ujung pintu satunya tertawa2 sambil mengatakan "Gila..ngomong sama siapa dia? Pake membungkukkan badan segala!" Bapak Pandia&Ibu (ortu titin) ditemui oleh dokter tadi dan menjelaskan hari demi hari kondisi titin..(sepertinya dia sangat tahu tahapan pemulihan titin hari demi hari) dia juga berkata "Tenang pak..bu..Febri akan baik2 saja. Febri itu orang lama di sini..dan saya sangat menghargai loyalitas kerjanya."
"Lho dokter ini siapa?" tanya pak pandia.
"Saya dokter kepala di sini."
Setelah kejadian itu ternyata sempat merebak kabar bahwa ada seseorang yang ingin entah membunuh titin atau mengancam. Karena tidak semua orang tahu keberadaan dokter tersebut. Suster jagapun merasa tidak melihat dokter tersebut.
Akhirnya satpam yang melihat dan ortu titin dipanggil oleh kepala security dan kepala perawat ditanya detailnya.
"Orangnya seperti apa?" ciri2 yang mereka sebutkan sama tinggi besar, kuning langsat, tampan, pake kacamata, kemeja biru dan seragam dokter. Kepala security yang sudah lama kerja di situ langsung membawa si satpam ke deretan foto para dokter rumah sakit. "Sudah..kasih tunjuk mana orangnya?"
"Pantes..itu eyangnya Febri" kata si kepala security
Dan ternyata yang datang malam itu menemui pak&bu pandia serta titin adalah Dokter Agus (almarhum), pendiri dan pemilik RS Husada.
Dr. Agus juga salah satu donatur dan pendiri dari tempat Ziarah Poh Sarang Kediri. Itulah mengapa beliau dimakamkan di Poh Sarang.
Dr. Agus sangat menginginkan Rs Husada berdiri sebagai Rs berlabel dan bertaraf International..tetapi cita2 beliau belum kesampaian, hingga beliau wafat.
Akhirnya hampir 3 tahun RS. Husada tak beroperasi, hingga ada yang mengelola atau membelinya tahun ini.
Kata teman Titin "Cuma Febri yang berani mencari file2 lama di ruangan dokter agus, karena jika ada orang kesana, rasanya seperti ada orang yang duduk sedang bekerja di ruangan tersebut."
Bahkan kakak titin, kak butet sempat cerita ketika titin dalam kondisi kritis..rohnya berjalan di jember (rumah kak butet), yang tahu adalah Yuda anak dari kak butet.
Titin sudah lewat masa kritis. Ternyata giginya tidak rontok semua. Dia sudah mulai belajar bicara dan gosok gigi. Tetapi kalau diajak bicara banyak gak nyambung. Yang dia tahu dia di rumah sakit sedang sakit. Dia tidak menyadari hal buruk yang menimpa dirinya. Titin masih terus menanyakan obat penumbuh rambut, karena dia belum sadar bahwa pernikahan itu sudah lewat.
Begitu obsesnya dia ingin memakai kebayak barunya, hingga adik iparku tak berani memperlihatkan cincin pernikahannya. Waktu ditanya titin tentang pernikahan dia cuma bilang dimundurkan waktunya.
Bukan hanya aku yang menangis melihat kondisinya, kami..kami semua menangis. Tapi kami dilarang menangis di depannya. Karena dia tidak sadar apa2. Yang dia tahu, dia baik2 saja dan hanya sakit.
Terima kasih atas doa dan dukungan buat titin. Komanya sudah lewat. Satu minggu lebih mengalami masa kritis, satu minggu lebih kami dirundung ketidakpastian. Sadarnya titin dari koma sunggu mujizat dariNya.
Have a nice weekend
Tuesday, September 12, 2006
RencanaNya
Siapa sih yang bakal tahu rencanaNya? Aku, kalian ataupun paranormal tidak akan pernah sanggup menebak rencanaNya.
Manusia bolehlah menyusun rencana, tapi akhirnya rencana manusia terkadang tidak sejalan dengan rencanaNya.
Seperti yang terjadi Sabtu dan Minggu kemarin. 10 September adalah pernikahan adik ipar aku. Tentunya kami semua menyambutnya gembira. Di usianya yang sudah 30, akhirnya dia mengakhiri masa lajangnya.
Tugaspun dibagi, kesibukan dan hiruk pikuk sudah terlihat sejak hari kamis. Aku hanya kebagian tugas untuk mencarikan paduan suara pengiring mempelai. Suamiku dapat tugas untuk mencari mobil buat manten dan seluruh keluarga, titin (adik dari kakak ipar suamiku) bertugas membeli buku tamu juga sebagai koordinator penerima tamu + souvenir.
Aku tak mendapatkan kesibukan berarti tepat tanggal 10 karena aku dianggap sibuk mengurus si kecil.
Siapa menyangka?
Malam widodareni, Sabtu yang harusnya kami semua bersukacita..menyambut esok persiapan pemberkatan nikah dan resepsi, tiba-tiba kami harus menangis. Luka, sesak, dan sedih.
Kabar kecelakaan Titin membuat suasana persiapan panik. Semua wajib membagi tugas ulang. Suamiku akhirnya mengurus di Rumah sakit, bukan mengurus pernikahan adiknya.
Titin pergi keluar kantor bersama temannya untuk membeli buku tamu, hendak ke Delta Plaza / Surabaya Plaza. Sampai di arah PDAM lurus, jalanan menanjak tiba-tiba ada sepeda motor yang menarik tasnya hingga membuat ia jatuh ke aspal dan terseret. Ternyata si perampok tidak berhenti sampai di situ, ia masih membacok titin dengan sarjam (clurit) maksudnya hendak melepas tasnya tapi terkena kepala titin.
Titin koma, titin kritis..bahkan pada jam 11 malam hari sabtu/9 sep sempat beredar kabar bahwa titin meninggal.
Tulang rahang pembentuk wajah dan dagu hancur..tinggal daging yang menggelonjor ke bawah. Mata, telinga dan hidung terus mengeluarkan darah. Giginya sudah tidak ada semua. Kata dokter kemungkinan hidup hanya 50 %, kalaupun hidup titin akan cacat.
Tempurung otaknya juga terpaksa diambil karena terkena tusukan dari tulang kepala yang terkena sarjam.
Apa titin sanggup melanjutkan hidup dengan kondisi seperti itu? tanyaku dalam hati. Apalagi sebelum kecelakaan, titin sangat cantik..belum married lagi.
Akhirnya aku menggantikan tugas titin untuk menjaga buku tamu + souvenir.
Hari ini titin mulai membaik, sadar dari koma setelah mengalami operasi ketiga kalinya. Ia mulai bisa diajak komunikasi tapi hanya lewat gerakan tubuh, air matanya mengalir terus. Kemarin Romo Tandyo memberikan sakramen perminyakan yaitu memberikan keteguhan supaya ia dapat berjuang dalam sakral mautnya.
Mohon doa untuk kesembuhan titin. Semoga ia tabah menghadapi semua ini. Hati-hati kalau naruh tas lebih baik di dalam jaket, jangan sampai kejadian titin terulang pada teman2.
>.|.titin, yang pake jaket merah.|.<
>.|.titin, yang pake baju hitam.|.<
Wednesday, August 23, 2006
Kehidupan Baru
Hallo teman-teman ...
Sudah lama aku meninggalkan dunia maya, hampir dua bulan lebih. Sudah lama aku gak blogwalking atau sekedar mengisi blog sendiri. Sudah lama ... dan aku sangat rindu menyapa teman-teman, rindu ingin bercerita juga berbagi.
Sekarang aku punya kehidupan baru. Bagiku kehidupan baru bukan hanya ketika aku menemukan suami lalu menikah, bagiku kehadiran si kecil dalam rumah tangga juga merupakan suatu kehidupan baru. Gimana gak? Semua rutinitas berubah, semuanya jadi berubah.
Perjuangan berusaha mendapatkan si kecil hingga usia pernikahan 2 th lebih, perjuangan hamil hingga melahirkan membuat aku tersenyum gembira begitu melihat wajah imutnya.
Jumat, 9 Juni 2006
Dokter masih menyatakan bahwa letak bayi yang ada dalam kandungan sungsang. Prediksi dokter aku melahirkan tgl 17 juni 2006. "Ibu, tolong jangan dibayangkan biayanya..jangan dibayangkan sakitnya. Jika hingga pada akhir mau melahirkan nanti posisinya masih sungsang. Jalan satu-satunya adalah cesar." Kata Dokter aku.
"Dok, apa tidak bisa diusahakan normal?"tanyaku.
"Bu .. ini anak pertama, jika dipaksa normal kasihan ibu dan bayinya."
Kepalaku pusing banget mendengar keputusan dokter. Bayangin aja, dokter aku ini dokter mahal.. aku sudah tanya di beberapa rumah sakit yang ditangani dokter aku ini. Kelas III cesar paling murah 12 juta.
"Dok..apa bisa saya minta surat pengantar dari dokter? Mungkin saya terasa ingin melahirkan sewaktu-waktu, saya mau melahirkan dekat rumah ortu." tanyaku beralasan, karena aku takut membayangkan cesar juga ongkos yang harganya gak mungkin bisa aku capai sendiri tanpa bantu ortu or mertua.
Untunglah dokterku orang terbuka, gak pelit kasih pengantar dan dia sepertinya cukup memahami kondisiku.
Sabtu, 10 Juni 2006
"Aku gak masuk kerja aja ya? Aku mau ikut senam hamil lagi, siapa tahu bisa balik anak kita." tanyaku ke suami.
"Ya gpp...pasrah aja dik. Kalau memang dia gak balik, jangan dimarahi .. mungkin dia nyaman dengan posisi seperti itu. Aku juga capek lihat kamu tiap 15 menit nungging. Aku yang lihat aja capek, apa kamu gak capek?"
"Aku ingin melahirkan normal..tahu sendiri kita gak punya uang sampe 20 juta untuk persiapan cesar." ucapku.
"Kita coba di RS AL Lantamal, dengar2 murah. Kita kan sudah dapat surat pengantar dari dokter."
Sabtu sore aku dan suami sudah menemukan nama bayi, tapi cowok. Karena prediksi dokter cowok. Sabtu malam aku mulai merasa mules, perut gak enak.
Minggu, 11 Juni 2006
"Gimana masih sakit?" tanya suamiku.
"Masih ... sudah maju jadi setiap setengah jam."
"Kita ke RS aja secepatnya.. jangan sampe terjadi bukaan. Kalau benar letaknya masih sungsang kamu akan sakit atas bawah."
Jam 14.00
"Ayo ke RS" ajak suamiku.
"Sekarang?" tanyaku kaget.
"Iya sekarang..nunggu apa lagi?"
"Tapi aku belum siap." rengekku.
"Aduh!siapnya kapan?"
Jadilah aku berangkat ke RS dekat rumah ortu.
Jam 15.30 aku menceritakan riwayat kehamilan dan menyampaikan surat pengantar dokter. Bidan memeriksaku dan ternyata belum ada bukaan. Dokter sanggup mengoperasi jam 16.30. Dan jam 16.50 terdengar tangisan suara si kecil. Si kecil lahir dengan berat 3kg, panjang 51cm. Sungsang, terlilit tali pusat. Kaki berlawanan arah, satu ke atas dan satu ke bawah. Yaaahh pantas aja walaupun nungging, ngepel, senam hamil .. kamu gak bisa balik nak!
Jujur aku benar2 gak siap. Seumur hidup aku, aku gak pernah merasakan jarum infus, cateter, suntik infus...semua yang berhubungan dengan alat rumah sakit. Cuma sekali merasakan CT Scan waktu sakit kepala berat dan ternyata ada benjolan di sinus sebelah kiri. Merasakan peralatan rumah sakit itu cuma bikin aku nyengir sakit. Ternyata gini ya rasanya dioperasi. Gak apa-apa nak..yang penting kamu selamat!
Kehadiran 'Alexander Edgar Hardi Prasetyo' dalam rumah tangga kami merupakan mujizat. Ia benar-benar keajaiban dari Tuhan. Kata orang anak itu rejeki, dan aku tetap menganggap kata itu benar adanya. Sejak aku hamil hingga si Edgar lahir rejeki si Edgar selalu ada. Perlengkapan bayi mengalir terus dari tetangga, saudara, sahabat, teman kerja, teman ortu juga mertua. Sepertinya Edgar tahu banget, Edgar mungkin ingin berkata "Tuh ma, aku sudah punya baju banyak. Mama gak perlu repot2 beliin aku baju lagi. Sabun mandi aku bisa untuk setahun ma! Mama simpan aja uangnya buat beli susu aku ya!" he..he..
Inilah foto buah hatiku, cintaku dan si imutku he..he..
>.|.di rumah eyang! Dengan kereta dorong kado dari tante.|.<
>.|.aku lagi bobok.|.<
>.|.idih mama gak bisa foto ya?.|.<
>.|.mama & Om (adik mama) ikutan nampang nih.|.<
>.|.Papa&Mama (tambah ndut dua2nya!!) + Pakdhe (kakak papa) di acara babtisan aku.|.<
Itu dulu ya friends kabar dari Edgar dan mamanya :) Selamat bekerja...
Have a nice day!
Tuesday, May 16, 2006
Menghitung Hari
Tentang Aku
Beberapa minggu ini aku dilanda stress berat. Padahal menurut buku, pakar ataupun kata orang .. wanita hamil dilarang stress.
Pernahkah kamu mengalami konflik dengan ortu? Ya saat itu aku mengalaminya. Banyak salah faham yang akhirnya menimbulkan konflik. Aku berperang batin, kenapa harus punya konflik dengan Ibu di saat aku hamil. Dua minggu aku hanya merenung, diam tanpa punya inisiatif menyelesaikan konflik ini.
Tuhan beri jalan ..
Aku datang meminta maaf pada ibu. Sesalah apapun Ibu .. akan tetap salah jika aku sebagai anak tetap mempertahankan ego pribadi hanya tidak untuk meminta maaf. Right?
Toh akupun merasakan bagaimana rasanya sebagai wanita hamil, gak bisa tidur lelap, gampang lelah, dan banyak hal yang ternyata lain di banding sebelum hamil.
Dan aku ingin melahirkan nanti didampingi Ibu, bukankah akan terasa lebih nyaman? Selain suami, ada Ibu dan tentunya tak ketinggalan mertua :)
Tinggal beberapa minggu...entah awal Juni, entah pertengahan deg..deg kan tetap melanda. Semoga semuanya lancar saja.
Tentang si cabe
Minggu ini adalah hari aku kontrol. Dua minggu lalu, dokter mengatakan si kecil sungsang. Dan aku diharapkan untuk latihan nungging setidaknya sehari 3 kali.
Si kecil tendangannya makin hebat aja. Dia udah peka terhadap suara di sekitarnya.
Kalau dipanggil udah gerak-gerak. Dan kata dokter beratnya 2.6kg, jadi aku harus ekstra keras makan rakus untuk mencapai berat si kecil ke 3 kg.
Dan sekarang dia udah pinter, sekarang aku bisa membaca novel atau buku apapun tanpa rasa malas. Aku sudah bisa menulis. Akhh...si kecil, mama papa bingung cari nama buat kamu. Kata dokter katanya kamu 'cowok' .. apapun kamu, mama akan bahagia menyambutmu.
Tentang Keberuntungan
Dulu sebelum hamil, gak pernah sama sekali dalam hidup aku merasakan dapat doorprizes dari acara seminar atau jalan sehat atau bazaar atau de el el
Tapi sejak hamil, beberapa kali aku ikut seminar aku selalu dapat doorprizes dari menjawab pertanyaan. Mulai dari tempat kartu nama, Organizer Electric, jam beker, payung, kaos, dll... dan terakhir ikutan seminar diundi dooprizes dapat blender. He..he.. apa ya benar juga kata orang, bahwa anak itu bawaan rejeki?
"Dapat rejeki nih yang.." kata si suami. Jiehh yang deh panggilannya. "Ya udah, dibuat si kecil aja." jawabku. Akhirnya minggu kemarin kita udah belanja2 buat keperluan si kecil. Jaga2 sewaktu-waktu melahirkan biar gak bingung. Memang sih ada beberapa teman yang bilang "Jangan dulu rin, pamali!" Aku positive thingking aja, hanya bisa berdoa dan berusaha. Bukan begitu?
Tentang Lomba Mendongeng Bobo
Deadline-nya 18 Mei, dan aku baru aja menyelesaikan 2 cerita kemarin. Modal gede hanya nekad, seperti halnya ikutan di blogfam...menang kalah urusan belakang yang terpenting kemauan untuk belajar menulis. Bukan begitu?
Akupun iseng kirim ke cerkit ... urusan diterima atau gak belakangan, yang terpenting sekarang aku udah mulai mau menulis..itu saja!
Tentang Seorang teman
Seorang teman -SP Sinambela- [*] mengirimkan bukunya. Buku Kumcer-nya telah diterbitkan oleh Penerbit Papyrus. Di bawah Sinar Lampu Merkuri. Isi cerpennya bagus, berbobot dan lain daripada yang lain. Di tengah2 teenlit, chicklit maupun novel bergaya metropop, dia menampilkan sesuatu yang beda. Jadi geli sendiri ketika dia mengatakan "Ayo, ganti bukuku dengan buku kamu" Masalahnya nih...siapa yang mau nerbitin novel atau kumcer aku ? kekeke...Thanks a lot kirimannya.
Tentang Cuti
Berhubung dari Ubaya dapat cutinya hanya 2 bulan (What??) Gak adil kan? Tuhh padahal perusahaan lain 3 bulan. Maka dari itu aku tetap wajib bekerja, semangat bekerja, dan ambilnya harus tepat saat melahirkan ... biar nunggu si kecilnya agak lama.
Ya moga2 tahun depan Ubaya bisa merevisi peraturan cuti untuk para kaum Ibu.
Yaa..lama tak mengisi blog, semoga teman2 tidak bosa berkunjung di blog ini yang notabene sejak hamil jarang banget ter-update dengan baik :)
Have a nice day!!