Thursday, May 23, 2013

Monday, March 15, 2010

Jawaban Tuhan

Lama tidak update blog, banyak hal yang telah lewat dan terjadi dalam hidup saya. Ketika saya mencoba memperbaiki keimanan diri untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan, saya mendapat anugerah di luar dugaan.
Sudah satu bulan saya mencoba rajin melaksanakan puasa dan doa ya mumpung juga pas masa pra paskah, dan biasanya ketika saya makan sebagai hal yang disebut ber buka, saya tak pernah makan sambal, karena memang saya punya gastritis, entah kenapa senin awal maret kemarin tuh pingin makan sambal, jadinya malamnya demam tinggi pakai muntah-mual segala.

Selasa pagi saya masih collaps, terkapar dengan tubuh menggigil, namun saya ingat saya terlambat tuh....iseng saya test pack, hasilnya POSITIF.
Berbekal test pack amatiran, saya pergi ke UGD menceritakan semua, setidaknya obatnya bisa diberikan aman untuk seorang kategori ibu hamil.
Selasa sampai jumat saya mondar-mandir terus ke RS, periksa ke poli penyakit dalam, periksa lab, hasilnya memang murni gastritis saya, tidak ada infeksi apapun dari hasil tes darah maupun urine. Tinggal satu yang belum saya lakukan, periksa ke poli kandungan.

Saya masih penasaran dengan test pack amatiran saya, ternyata hasilnya tetap positif. Baru sempat ke dokter minggu kemarin yaaa benar, saya positif hamil, usia kandungan satu bulan. Herannya saya sering merasakan sakit di bawah perut bagian kiri, seperti rasa nyeri, akhirnya saya diberi penguat.

Berbicara soal kehamilan kali ini, kata suami saya, beda sama si Edgar dulu. Saya bawaannya sensi, manja, mudah tersinggung, mudah uring-uringan, sering mual muntah, karena sering sakit di daerah bawah perut, saya gak bisa terlalu capek.....duhhh beda banget sama hamil anak pertama yang orang jawa bilang ngebo.

Membahas sensi, saya jadi bengong sendiri, ketika langganan kurir service saya membahas nama seseorang yang pernah menjadi black list dalam suatu kata pertemanan, kok tiba2 mulut saya nyerocos menceritakan bagaimana jeleknya dia....bukan saya banget, biasanya saya kalau gak suka nama orang yang disebut saya langsung tinggal pergi gitu aja, ehhh kok saya jadi sensi gini.....wah gak benar nih.....
Lihat makanan eneg, gak seperti yang dulu, makan sehari bisa berkali-kali.
Padahal pendidikan janin kan harusnya sejak diperut? gimana cara menanggulanginya? Pola perilaku tersebut tiba-tiba terjadi tanpa saya duga, tanpa saya sengaja atau inginkan. Kok bisa ya saya sensi banget? dengar kata gak enak langsung nih ubun-ubun naik, kek orang darah tinggi haduhhhh....

Saya berharap bahwa kehamilan anak kedua ini setidaknya sama dengan anak pertama, yang tidak ada masalah. Tetapi saya berharap melahirkan secara normal, yang kenyataannya saya cesar pada saat melahirkan Edgar karena posisi sungsang dan terlilit tali pusat.
Tapi kata suami saya, tiap anak beda, gak bisa disamakan dan gak boleh disamakan.....kata dokternya juga gitu, "bu saya hamil tiga kali, tiap kehamilan bawaannya beda-beda tiap anak" dokternya kebetulan wanita.

Ya saya berharap dari hari ke hari, diri saya, fisik saya bisa lebih baik dari sekarang....gak sensi lagi, gak pemarah lagi, gak ngambekan, gak eneg kalau lihat makanan, gak mual......ngerasain badan jadi gak enak semua.

Ada saran-saran nih buat temen-temen yang punya pengalaman hamil?

Aneh juga ya, ternyata jawaban ibadah saya adalah diberi kepercayaan atas hamilnya anak kedua.

Monday, December 21, 2009

Holiday Spirit

Agustus ke Desember ? Cukup lama, waktu yang sangat lama untuk orang yang meninggalkan rumah. Benar kan? Jika ini adalah rumah beneran, pasti rumah ini sudah penuh debu, penuh ilalang dan tentunya rumah ini sudah tidak karuan wajahnya. Untungnya rumah ini adalah blog. Tapi rumah ini jadi sepi pengunjung, karena tuan rumahnya tidak pernah say hello, tidak pernah ramah menyambut para pengunjungnya hiks...maafkan tuan rumah ini ya...

Sebentar lagi saya akan mengalami saat yang saya nantikan. Liburan panjang yang bagi saya cukup untuk menghilangkan kepenatan. Saya benar-benar bersemangat. Seolah dua hari yang selalu dinanti dengan meeting menjadi tidak terpikirkan di benak saya.

Tapi sebelum saya menikmati liburan, ijinkan saya mengucapkan

Selamat Hari Natal 2009 dan Tahun Baru 2010.

Semoga di tahun baru nanti, kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.

Besok saya akan bercerita lagi ya.....Sampai jumpa.

Wednesday, August 26, 2009

Pencuri yang datang tiba-tiba

Hallo teman-teman, jumpa lagi. Duh lama banget saya gak update nih blog.
Pertama-tama saya mesti ngucapin Selamat Ulang Tahun buat Republik Indonesia he..he.. udah telat tahu. Kedua saya wajib mengucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa" buat teman-teman yang menjalankannya. Semoga puasanya lancar hingga menjelang hari yang Fitri nantinya.

Oh iya cerita-cerita nih, Juni dan Juli lalu itu saya anggap bulan berduka. Gimana gak...dalam sepekan, saya mengalami hal kehilangan pada orang-orang yang saya anggap cukup dekat. Pertama adalah baby yang baru dilahirkan kakak sepupu saya yang meninggal di dalam perut karena placentanya lepas. Kedua tiba-tiba saya dapat kabar bahwa budhe saya (kakaknya Bapak) yang rumahnya gak jauh dari rumah saya, meninggal, disusul kabar orang di lingkungan saya meninggal karena serangan jantung. Dan bulan Juli adalah perayaan setahun meninggalnya nenek tercinta saya.

Kalau dipikir-pikir tiga orang yang meninggal ini usianya berbeda dari yang masih bayi sampai tua. Dari kondisi yang sehat hingga kondisi yang sakit karena faktor usia. Memang kalau kita mau menelaah, sebenarnya yang paling dekat dalam hidup kita adalah kematian. Kematian itu datangnya seperti pencuri. Ia datang begitu tiba-tiba dan tidak memandang usia.

Bahkan salah satu orang di lingkungan saya, masih muda dan meninggalkan istri yang tidak bekerja juga 3 anak yang masih kecil-kecil. Hingga istrinya berkata "Tidak ada firasat sama sekali". Saya dan semua orang yang hadir ikut larut dalam tangis. Melihat istrinya yang menggendong anaknya belum genap usia 2 tahun. Dan salah satu anaknya tidak tahu kalau papanya meninggal, dia sempat bicara "Itu lho...yang tidur di situ itu papaku."

Saya pernah ditanya oleh seorang sahabat "Rin, seandainya kamu tahu kalau kamu akan mati, apa yang pertama-tama kamu lakukan?" Saya jawab..."Saya ingin memeluk Alexander anak saya erat banget. Saya ingin memeluk suami saya. Saya ingin memeluk keluarga saya. Pokoknya saya ingin memeluk orang2 terdekat saya yang pernah menjadi bagian jiwa saya."

Jujur saja, saya tidak mau bicara sok diplomatis dengan jawaban misal bahwa saya akan berbuat baik kelak, bahwa saya akan berbuat kebajikan lebih dari hari ini. Karena kematian tidak menunggu kata "akan". Jam ini, besok pagi mungin malam, mungkin juga siang, jika ia mau datang ia tetap akan datang.
Jika saya jawab saya ingin rumah, perhiasan...toh nanti hal-hal tersebut tidak dibawa mati.

Hal simple yang dapat dilakukan ya adalah mencintai dan memeluk orang-orang terdekat sebagai wujud syukur pada Tuhan karena mereka ada dalam hidup saya.

Bagaimana dengan teman-teman? Apa yang akan teman-teman lakukan jika tahu bahwa anda akan mati? ataukah kematian menjadi kata-kata yang mengerikan dalam hidup anda?

Wednesday, July 01, 2009

Happy B'day .....

rumah ini tidak lagi sepi
ada teriakan melengking, ada tangisan manja
ada suara tawa yang menggelikan
dan selalu ada keceriaan..

tak terasa, waktu terus berjalan
dan inilah tepat 3 tahun kau mengisi hari-hari sepi kami
kau memberikan kehangatan dalam batin dan jiwa kami
kau adalah pangeran kecil dan miracle dalam hidup kami

pangeran kecil...
selamat ulang tahun...
selamat menapaki langkah-langkah kecil
dan langkah-langkah masih panjang
isilah terus hari-hari kami dengan keceriaanmu...



Happy B'day ya sayang...



Bagi2 kue tart nya bersama mama...


Foto bersama kakung (papanya mama nih...)

Nih balonnya mas...aku kan gak pelit, dibagi2 ya..

Asyik dapat kado buku cerita..kadoku banyak tuhh


Udahan dulu ya kabar-kabarin dari seputar perayaan ultah-ku...